Tangan-tangan negara menghapus jejak pemerkosaan massal 1998
BBC News Indonesia
0:00 / 0:00
Tangan-tangan negara menghapus jejak pemerkosaan massal 1998
18 356 просмотров · 3 месяца назад
BBC News Indonesia
1,58 млн подписчиков
18 356 просмотров · 3 месяца назад
Para aktivis menemukan ada upaya penyangkalan yang sistematis melalui tangan-tangan yang terafiliasi dengan negara terhadap kasus pemerkosaan massal pada 1998.
Sri Palupi, yang pernah menjadi anggota Tim Asistensi untuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998, menuding salah satu orang "paling gencar" menyangkal adalah Fadli Zon.
Sri lalu mengatakan, penyangkalan juga datang dari dalam TGPF.
Namun, tujuan itu tidak berhasil pada saat itu. TGPF tetap mengumumkan pada publik bahwa ada 85 perempuan—sebagian besar etnis Tionghoa—yang menjadi korban pemerkosaan massal. Jumlah sebenarnya diprediksi lebih besar dan tersebar juga di luar Jakarta.
Dari hasil yang diumumkan pada 3 November 1998, dua anggota TGPF melayangkan catatan keberatan yang meminta penghilangan bagian soal kekerasan seksual, karena disebut 'tidak dapat dibuktikan secara hukum'. Dua anggota itu adalah perwakilan dari tentara dan kepolisian.
Hampir tiga dekade berselang, penyangkalan itu kembali dilakukan. Ini tercermin dari pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam wawancara 'Real Talk' IDN Times pada tahun lalu. Fadli mempersoalkan istilah "pemerkosaan massal".
Palupi juga mengaku tidak heran dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang menolak gugatan terhadap Fadli soal penyangkalannya. Menurutnya, negara pernah berulang kali menjajal pola penyangkalan serupa lewat jajaran pejabatnya.
Ketika dikonfirmasi ulang oleh BBC News Indonesia, Fadli kembali mempermasalahkan istilah tersebut. Menurutnya, hal ini tidak ada dalam bukti hukum pada waktu itu.
============
Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY
Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak.
Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh.
Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya:
▪️ Instagram: / bbcindonesia
▪️ Twitter: / bbcindonesia
▪️ Facebook: / bbcnewsindonesia
#bbcindonesia