Перейти к содержимому

Guntur PDIP: Raffi Ahmad Diboikot meski Sudah Minta Maaf, Mahasiswa Gadungan Kapan Diperiksa?

Tribunnews

0:00 / 0:00

Guntur PDIP: Raffi Ahmad Diboikot meski Sudah Minta Maaf, Mahasiswa Gadungan Kapan Diperiksa?

76 731 просмотр · 16 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
76 731 просмотр · 16 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menanggapi permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim terkait polemik kehadiran mereka dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta. Guntur menilai permintaan maaf keduanya tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang muncul setelah acara tersebut. Guntur juga menyinggung dampak polemik tersebut terhadap RANS Carnival yang digelar di Sleman, Yogyakarta. Sejumlah musisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM memutuskan mundur dari acara tersebut. Beberapa musisi yang batal tampil di antaranya Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho. Guntur pun menyampaikan apresiasi kepada para musisi dan pelaku UMKM yang memilih menarik diri dari acara tersebut. "Hormat untuk UMKM dan musisi yang mundur. Itulah hukuman sosial bagi siapapun yang meminjamkan wajahnya untuk panggung sandiwara palsu," kata Guntur di akun Instagram-nya, Minggu (1/11/2026). Namun, Guntur menilai persoalan deklarasi Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim maupun peserta yang diduga menggunakan identitas mahasiswa. Ia menyoroti pengakuan Bayu Setiadi alias Dino yang menyebut dirinya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara dan menerima bayaran untuk menghadiri acara tersebut. Guntur juga menyebut Sari Putri telah mengklarifikasi bahwa dirinya bukan mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika. Menurut Guntur, pengakuan dan permintaan maaf kedua peserta tersebut tidak lantas menghilangkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut. "Cukup? Tidak. Maaf bukan penghapus pidana. Mereka harus diperiksa," tegas Guntur. Ia pun mendesak polisi mengusut pihak yang merekrut dan membayar peserta, termasuk pihak yang menyediakan atribut almamater kampus dalam acara tersebut. "Dan yang terpenting, siapa yang membayar mereka? Siapa yang membagikan jas almamater?" ujar Guntur. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Nathanael Moer Rahardian Uploader: Ghozi Luthfi