Перейти к содержимому

Tidak Cocok untuk Industri, Ilmu Sosial dan Humaniora Ditutup? Ini Salah Besar! | Prof. Al Makin

Wonderhome Library

0:00 / 0:00

Tidak Cocok untuk Industri, Ilmu Sosial dan Humaniora Ditutup? Ini Salah Besar! | Prof. Al Makin

16 438 просмотров · 5 мес. назад
Wonderhome Library
9,24 тыс. подписчиков
16 438 просмотров · 5 мес. назад
#WonderhomePodcast #AlMakin #humaniora in collaboration with ‪@almakin1222‬ Apakah perguruan tinggi harus selalu tunduk pada kebutuhan industri? Apakah prodi yang tidak langsung terserap pasar kerja memang layak ditutup? Dalam episode Wonderhome Podcast kali ini, Dr. Syifa Amin berdiskusi bersama Prof. Dr.Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A., mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tentang masa depan pendidikan tinggi, ilmu sosial-humaniora, filsafat, AI, dan krisis membaca di Indonesia. Prof. Al Makin menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa hanya diukur dari seberapa cepat seseorang masuk dunia kerja. Kampus bukan sekadar “tangan panjang industri”. Pendidikan adalah kerja panjang membangun manusia, peradaban, daya kritis, dan keberanian berpikir. Percakapan ini juga membahas mengapa ilmu sosial-humaniora tetap penting di era artificial intelligence, mengapa mahasiswa perlu membaca dan memahami, mengapa filsafat dan sejarah peradaban perlu diajarkan, serta bagaimana bangsa ini sering melupakan para pemikirnya sendiri. Dari isu penutupan prodi, AI dan mahasiswa, Nabi-Nabi Nusantara, Gus Dur, Cak Nur, Buya Syafii Maarif, hingga kritik terhadap kemunduran kualitas intelektual pemimpin, episode ini menjadi refleksi penting tentang arah pendidikan Indonesia hari ini. Tonton sampai selesai untuk memahami mengapa ilmu, humaniora, filsafat, dan tradisi intelektual tidak boleh dikorbankan hanya demi logika industri jangka pendek. Chapters Video 00:00 Cuplikan 01:04 Perkenalan Prof. Al Makin di Wonderhome Podcast 02:44 Polemik prodi yang dianggap tidak relevan dengan industri 03:54 Kampus bukan tangan panjang industri 06:00 Pendidikan sebagai investasi peradaban jangka panjang 09:49 Humaniora, kerja tanpa berpikir, dan krisis kritik 13:33 AI, mahasiswa, dan membaca tanpa memahami 17:42 Mengapa humaniora justru melahirkan kreativitas 22:46 Sejarah peradaban tidak hanya Makkah dan Madinah 25:37 Musailamah, sejarah Islam awal, dan narasi pemenang 27:28 Nabi-Nabi Nusantara dan cara melihat dunia secara global 28:56 Apakah orang Indonesia mampu berpikir sejajar dengan filsuf dunia? 31:03 Anti membaca, AI, dan hilangnya apresiasi pada pemikir sendiri 36:27 Membaca ulang khazanah Islam dan Nusantara 38:55 Gus Dur, Cak Nur, Buya Syafii, dan warisan intelektual 40:36 Membaca, mengkritisi, lalu menciptakan pemikiran baru 45:28 Deflasi kualitas pemimpin dan pendidikan Indonesia 50:51 Negara maju memelihara intelektual dan riset 56:36 Mengapa humaniora tetap dibiayai di negara maju 60:58 Kritik atas karya akademik yang hanya seremonial 63:10 Akidah yang kuat diuji dengan pertanyaan 64:00 Penutup dan ajakan kembali membaca Salam Literasi, Wonderhome Library #WonderhomePodcast #AlMakin #uinsunankalijaga #humaniora #IlmuSosialHumaniora #pendidikantinggi #filsafat #filsafatislam #artificialintelligence #AIdanPendidikan #budayamembaca #criticalthinking #NabiNabiNusantara #gusdur #caknur #BuyaSyafii #kampusmerdeka #pendidikanindonesia #podcastindonesia #WonderhomeLibrary