Перейти к содержимому

Sebelum Dibunuh Bagus, Istri Siri Curhat Enggan Kembali ke Madiun, Kondisi Rumah Tangganya Terkuak

Tribun Kaltim Official

0:00 / 0:00

Sebelum Dibunuh Bagus, Istri Siri Curhat Enggan Kembali ke Madiun, Kondisi Rumah Tangganya Terkuak

12 164 просмотра · 8 дн. назад
Tribun Kaltim Official
964 тыс. подписчиков
12 164 просмотра · 8 дн. назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Terungkap jejak digital Dini Hardiyanti (30), istri siri yang tewas dibunuh suaminya, Dwi Bagus Martono (40) di Kota Madiun, Jawa Timur. Perempuan asal Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini dihabisi bersama anak balitanya, AG (4). Jasad keduanya sudah tak berbentuk setelah dimutilasi dan dibakar secara keji oleh Bagus. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, ternyata Dini menyimpan ketakutannya. Hal ini terungkap dalam jejek digital berupa pesan singkat melalui Direct Message (DM) Instagram milik korban. Kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf mengungkapkan, korban sempat berbagi cerita kepada rekan terdekatnya bahwa dirinya merasa enggan kembali ke Kota Madiun. Dia mengaku mendapat tekanan serta bentuk komunikasi yang membuat dirinya merasa terancam secara mental. "Jadi memang ada chat-chat yang memang dia merasa bahwa dia tidak mau ke Madiun karena ada ketakutan-ketakutan yang mendalam, dengan ancaman-ancaman yang memang keras dan sebagainya, yang memang ancaman... lah bahasanya dalam tanda kutip," terang Ikbal. Meski demikian, Ikbal meluruskan bahwa ketakutan tersebut bukan menyangkut dinamika rumah tangga secara umum, melainkan bentuk penyampaian kata-kata atau pesan yang menciptakan rasa tertekan bagi korban secara psikologis. Sering Cek-cok dengan Pelaku Di bagian lain, ibu korban, Harti mengaku sebelum peristiwa tragis itu terjadi, rumah tangga anaknya kerap diwarnai pertengkaran. Meski begitu, Harti tidak pernah membayangkan konflik tersebut berujung pada hilangnya nyawa dua orang yang dicintainya. "Ya, sering cekcok, tapi nggak seperti ini," tuturnya. Harti mengungkapkan, dirinya sempat merasakan ada sesuatu yang tidak beres sebelum kasus tersebut terungkap. Ia mengingat komunikasi terakhir dengan Dini yang terjadi sekitar 20 September 2026. Saat itu, Dini sempat menghubunginya dan mengeluhkan kondisi yang dialaminya. "'Ibu, sampai sekarang nggak bisa tidur, nggak bisa makan.' Ibu sudah curiga waktu tanggal 20 itu. Ibu telepon, dia telepon, video call. Nah, sudah nggak ada itu lagi," kenangnya. Setelah komunikasi tersebut terputus, Harti tidak lagi mendapatkan kabar seperti sebelumnya. Hingga akhirnya, ia harus menghadapi kenyataan bahwa putri dan cucunya menjadi korban pembunuhan. Editor: Djohan Nur Uploader: Djohan Nur #DiniHardiyanti #DwiBagusMartono #PembunuhandiMadiun #PoldaJatim #PolresMadiun