EPS 3: CPDS Diundang ke Istana: Bahas Apa?
CPDS UNRI
0:00 / 0:00
EPS 3: CPDS Diundang ke Istana: Bahas Apa?
1 957 просмотров · 12 дн. назад
CPDS UNRI
84 подписчика
1 957 просмотров · 12 дн. назад
PEAT CIRCLE — EPISODE 3 🎙️🇮🇩
“CPDS Diundang ke Istana: Bahas Apa?”
Sebanyak 22 peneliti gambut dari berbagai institusi di Indonesia diundang ke Istana untuk duduk bersama membahas masa depan pengelolaan lahan gambut nasional — dan dua di antaranya berasal dari Center for Peatland and Disaster Studies (CPDS) Universitas Riau: Dr. Eng. Sigit Sutikno dan Dr. Haris Gunawan.
Lalu, sebenarnya apa yang dibahas di sana?
Di episode ini, keduanya berbagi cerita langsung dari ruang pertemuan: bagaimana suasananya, isu apa saja yang diangkat para peneliti, dan cerita-cerita di balik layar yang tidak sempat terekspos di media.
Yang dibahas:
Kronologi undangan dan persiapan para peneliti sebelum ke Istana
Isu-isu gambut yang paling mengemuka dalam pertemuan
Suasana dan dinamika diskusi antara peneliti dan pemerintah
Cerita di balik layar yang tidak muncul di pemberitaan
Apa artinya momen ini bagi arah kebijakan gambut ke depan
Catatan kritis: menjaga gambut tetap basah sebagai fondasi kebijakan
Pertemuan ini menjadi sinyal penting bahwa suara sains punya tempat dalam perumusan kebijakan gambut. Tapi seperti biasa di Peat Circle, kami tidak berhenti pada seremoninya — kami bicara soal apa yang perlu ditindaklanjuti setelah pintu Istana tertutup.
🌿 Peat Circle adalah podcast CPDS Universitas Riau yang membahas gambut dari sisi sains, lapangan, dan kebijakan — santai, tapi tetap berbasis data.
📌 Belum nonton episode sebelumnya? Mulai dari
EPS 1: Launching Peat Circle — Jangan Lawan Hukum Alam!
EPS 2: Konferensi Internasional Gambut (ICOPRI)
🔔 Subscribe dan nyalakan lonceng agar tidak ketinggalan episode berikutnya.
💬 Punya pertanyaan atau usulan topik? Tulis di kolom komentar.
#PeatCircle #CPDS #UniversitasRiau #Gambut #LahanGambut #Peatland #KebijakanGambut #RestorasiGambut #PenelitiGambut #IstanaNegara #Riau #PodcastLingkungan #SainsUntukKebijakan