Semua Orang Kelelahan, Tapi Tidak Bisa Berhenti | Masyarakat Burnout by Byung Chul Han
Ardhianzy
0:00 / 0:00
Semua Orang Kelelahan, Tapi Tidak Bisa Berhenti | Masyarakat Burnout by Byung Chul Han
109 184 просмотра · 9 месяцев назад
Ardhianzy
1 млн подписчиков
109 184 просмотра · 9 месяцев назад
Der Wille Zur Macht ▲
TIMESTAMP
00:00 Intro
03:58 Nestapa Kondisi Manusia Abad 21
15:47 Idiotism: Individu Bebas Dan Tersiksa
29:20 Masa Depan Kelelahan Modern
Glossary, Main Literature and Further Reading:
Partnership/Sponsorship hubungi kami di: businesswithardhianzy@gmail.com
Support kami di sini: https://saweria.co/ardhianzy
Kursus Filsafat di sini: / @ardhianzy
SOCIAL MEDIA
Instagram: / ardhianzy
TikTok: / ardhianzy
Spotify: https://open.spotify.com/show/1ZFhV85...
Discord: / discord
SIAPA ARDHIANZY?
Ardhianzy berada di waktu malam—kegelapan, keheningan, dan kehampaan dunia, dengan kesadaran eksistensial mengajak manusia untuk tidak lari, untuk tidak sekedar hidup, tapi menyalakan dan merefleksikan kehendak eksistensial dengan menggali cara manusia menghadapi dunia—melalui filsafat, sejarah, sastra, psikologi, dan bahkan budaya pop—dibaca sebagai cermin dari satu hal: pergulatan manusia dengan keberadaannya.
DISCLAIMER
1) Konten visual seperti gambar dan video yang ditampilkan di dalam video di dalam channel ini mungkin berasal dari berbagai sumber media eksternal. Hak cipta dan kepemilikan konten sepenuhnya dimiliki oleh pemilik sumber asli tersebut. Jika Anda memiliki keberatan atau masalah terkait hak cipta atas materi yang kami tampilkan, silakan menghubungi kami melalui email: [ardhianzy@gmail.com]
2) Beberapa pembahasan dalam konten yang kami sajikan mungkin tidak cocok untuk semua orang dikarenakan topik yang cukup mendalam dan terkadang sensitif. Disarankan untuk memilih tontonan dengan bijak. Namun, kami tidak memiliki niat atau maksud apa pun untuk menyerang atau merendahkan pihak mana pun. Konten-konten yang kami sajikan murni bertujuan untuk edukasi dan juga sebagai bahan refleksi di malam hari.
CREDIT
Edited by Muhammad Rifaldi Zaelani Fattah