Перейти к содержимому

Dalam Konteks Al-Maghtas 2030, Siapa yang Mengundang Siapa?

Inspirasi Paus Leo I-XIV

0:00 / 0:00

Dalam Konteks Al-Maghtas 2030, Siapa yang Mengundang Siapa?

99 просмотров · 10 дней назад
Inspirasi Paus Leo I-XIV
351 подписчик
99 просмотров · 10 дней назад
Dalam konteks Al-Maghtas 2030, siapa sebenarnya yang mengundang siapa? Menjelang peringatan 2.000 tahun Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, pertanyaan ini membuka cara baru untuk memahami hubungan antara Yordania, Gereja, dan Takhta Suci. Al-Maghtas—Bethany Beyond the Jordan—berada di wilayah Yordania dan sejak 2015 tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO. Yordania membuka pintu melalui persiapan nasional, pembangunan fasilitas peziarah, museum, koridor hijau, dan peningkatan infrastruktur. Gereja menghidupkan tempat ini sebagai ruang ziarah dan mengundang umat Kristiani untuk datang. Jejak sejarah ziarah serta kunjungan Paus Yohanes Paulus II, Benediktus XVI, dan Fransiskus menunjukkan hubungan panjang Gereja dengan Sungai Yordan. Lalu, di mana peran Takhta Suci? Bukan sebagai pemilik Al-Maghtas atau pemerintah wilayah tersebut, tetapi sebagai bagian dari Gereja universal yang dapat membantu menghubungkan peristiwa lokal dengan umat Kristiani di seluruh dunia. Jadi, mungkin bukan soal siapa mengundang siapa. Yordania membuka pintu, Gereja mengundang umat, dan Takhta Suci membantu menghubungkan semuanya. Namun mungkin ada undangan yang lebih dalam: Al-Maghtas sendiri mengundang kita untuk mengingat Pembaptisan, identitas, dan panggilan menuju kehidupan baru. Datang untuk mengingat. Pulang untuk berubah. #InspirasiPausLeo #InspirasiPausLeoXIV #Serial2030 #2030 #AlMaghtas #BethanyBeyondTheJordan #SungaiYordan #JordanRiver #PembaptisanYesus #BaptismOfJesus #Yordania #Jordan #TakhtaSuci #HolySee #GerejaKatolik #GerejaUniversal #GerejaLokal #ZiarahKristiani #ChristianPilgrimage #UNESCO #WarisanDunia #WorldHeritage #Peziarah #Ziarah #PausYohanesPaulusII #PausBenediktusXVI #PausFransiskus #PausLeoXIV #SejarahGereja #Christianity #HolyLand