Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar di RSUD Banyumanik Semarang, Barbuk Sajam dan Busur Disita
Tribunnews
0:00 / 0:00
Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar di RSUD Banyumanik Semarang, Barbuk Sajam dan Busur Disita
7 156 просмотров · 11 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
7 156 просмотров · 11 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Pelajar berinisial FF (16), asal Boyolali, ditemukan meninggal dunia di trotoar depan RSUD Banyumanik 2, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (11/10/2026) dini hari.
Korban ditemukan dengan luka di bagian kepala.
Sementara motornya tergeletak di samping tubuhnya.
Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani, membenarkan adanya penemuan jenazah pelajar tersebut.
Menurut dia, korban ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi tergeletak seorang diri di depan rumah sakit.
"Benar. Korban tergeletak sendiri dan luka di bagian kepala. Inisial FF (16), masih pelajar," kata AKP Jumani.
Polisi menduga FF menjadi korban tawuran, tetapi masih menyelidiki rangkaian peristiwa yang menyebabkan pelajar tersebut meninggal dunia.
"Dugaannya seperti itu (korban tawuran). Sementara masih kita dalami kejadian tersebut," imbuh dia.
Setelah ditemukan, jenazah FF dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses autopsi.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian korban.
Polisi menangkap seorang pemuda berinisial KPA (18), yang diduga menjadi pelaku pembacokan terhadap pelajar berinisial FFK (16) hingga meninggal dunia di depan RS Banyumanik 2.
KPA ditangkap pada Minggu siang setelah polisi melakukan penyelidikan atas kematian korban yang ditemukan tergeletak di trotoar dengan luka di bagian kepala, sekitar pukul 04.00 WIB.
Selain KPA, polisi juga memeriksa sembilan orang lainnya yang diduga terlibat dalam tawuran antara dua kelompok remaja, yakni kelompok IB dan GPU.
Sejumlah orang yang diamankan tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam peristiwa berdarah itu.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan bahwa polisi telah mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian maupun diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jateng, Kombes Pol Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika kelompok IB dan kelompok GPU diduga hendak melakukan tawuran sekitar pukul 04.15 WIB.
Kedua kelompok tersebut awalnya berencana bertemu di kawasan bundaran Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Namun, saat kelompok IB melintas di depan RS Banyumanik 2, mereka melihat kelompok GPU telah berada di depan gang dekat rumah sakit tersebut.
Kelompok IB kemudian memutar balik kendaraan dan menyerang kelompok GPU. Bentrokan pun terjadi tepat di depan RS Banyumanik 2.
Tebasan senjata tajam mengenai bagian kepala korban hingga membuatnya terjatuh.
Setelah bentrokan, kelompok yang terlibat meninggalkan lokasi.
Korban kemudian ditemukan tergeletak di depan rumah sakit.
Seorang petugas parkir RS Banyumanik 2 yang melihat korban segera memberikan pertolongan dengan membawanya ke instalasi gawat darurat (IGD).
Namun, setelah diperiksa dokter jaga, korban dinyatakan meninggal dunia.
Petugas dari Polsek Banyumanik kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal, meminta keterangan saksi-saksi, serta mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
(Tribun-Video.com/TribunJateng.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Pelajar Semarang Tewas Tergeletak Dekat Motornya di Trotoar Banyumanik, Diduga Korban Tawuran, https://jateng.tribunnews.com/semaran....
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
Program: Tribunnews Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Ahmad Shalsa Malkhaponda
Reporter: Reza Gustav Pradana