PENGAKUAN NAOMI BEM PALANGKARAYA 'BAKAR' JAKARTA: KAMI HIRUP RACUN di KALIMANTAN...
Ruang Publik
0:00 / 0:00
PENGAKUAN NAOMI BEM PALANGKARAYA 'BAKAR' JAKARTA: KAMI HIRUP RACUN di KALIMANTAN...
2 090 просмотров · 13 ч назад
Ruang Publik
29,8 тыс. подписчиков
2 090 просмотров · 13 ч назад
RUANG PUBLIK - Sudah berbulan-bulan warga Kalimantan harus menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Udara bersih yang seharusnya menjadi hak setiap orang justru terasa seperti sesuatu yang sulit didapat. Aktivitas terganggu, kesehatan terancam, dan masyarakat harus menjalani kehidupan di tengah kondisi yang tidak normal.
Itulah alasan yang membuat Naomi Artika Simamora, ketua BEM Fakultas Hukum Palangkaraya Kalimantan Tengah dan Muhammad Daffa, Kabid Pergerakan BEM ULM Kalsel datang ke Jakarta dan ikut dalam aksi pada 28 Oktober.
Mereka membawa suara masyarakat Kalimantan, mendesak pemerintah agar lebih serius menangani karhutla, menetapkan status bencana nasional, serta mengambil tindakan nyata terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.
Dalam perbincangan ini, Naomi dan Daffa bercerita tentang kondisi warga di daerah, perjuangan para aktivis, hingga pengalaman menghadapi serangan dan intimidasi ketika menyuarakan kritik.
Mengapa karhutla terus berulang? Mengapa warga harus turun ke jalan untuk menuntut udara bersih dan perlindungan dari negara? Apa yang sebenarnya mereka harapkan dari Presiden Prabowo dan pemerintah pusat?
Simak percakapan lengkap Naomi dan Muda bersama Ruang Publik. Karena bagi warga Kalimantan, tuntutannya sederhana: mereka hanya ingin bisa bernapas dengan aman di tanah tempat mereka tinggal.
#karhutla #karhutlakalimantan #savekalteng #savekalimantan #borneo #naomi #demojakarta
Kunjungi juga akun sosial media kami:
Instagram: / ruangpublik.idn
Tiktok: / ruangpublik.idn