Перейти к содержимому

Serangan Mengerikan Iran Ratakan Camp Buehring, Operasi Epic Fury Bikin AS Boncos 81 Pesawat Hancur

Bangka Pos Official

0:00 / 0:00

Serangan Mengerikan Iran Ratakan Camp Buehring, Operasi Epic Fury Bikin AS Boncos 81 Pesawat Hancur

1 148 просмотров · 4 часа назад
Bangka Pos Official
794 тыс. подписчиков
1 148 просмотров · 4 часа назад
BANGKAPOS.COM - Pasukan Amerika Serikat dilaporkan meninggalkan Camp Buehring di Kuwait usai menghadapi serangan balasan Iran. Laporan CBS News mengungkap kondisi pangkalan militer tersebut berdasarkan rekaman video dan kesaksian personel militer AS. Sebagian besar dari sekitar 7.000 tentara yang sebelumnya ditempatkan di Camp Buehring telah dipindahkan menjelang perang. Pemindahan itu dilakukan sebagai bagian dari rencana Pentagon untuk menarik personel dari fasilitas tersebut. Namun, sekitar 100 tentara dilaporkan masih bertahan di lokasi ketika serangan Iran berlangsung. Seorang sumber mengaku pasukan AS menghadapi serangan hebat hingga akhirnya terpaksa meninggalkan pangkalan. Menurut kesaksiannya, sejumlah personel tetap bertempur meski situasi di pangkalan semakin sulit. Tiga anggota militer AS juga mengaku melihat jet tempur F-5 Iran terbang dekat dan menyerang kawasan Camp Buehring. Mereka mengatakan pesawat tersebut datang, melancarkan serangan, lalu meninggalkan area pangkalan. Di tengah situasi itu, persediaan amunisi kaliber 50 dilaporkan menipis, sementara baterai rudal Patriot juga menjadi perhatian. Seorang Pejabat logistik Angkatan Darat AS di Kuwait turut mengakui kekhawatiran tersebut. Personel yang tersisa kemudian mengemas perlengkapan dan bergerak pada malam hari menuju gurun Kuwait. Laporan itu menyebut pasukan tetap berada di lokasi operasi terdepan setelah meninggalkan fasilitas utama. Pejabat AS mengatakan tidak ada korban tewas, tetapi beberapa orang terluka, termasuk dua tentara yang tersambar petir saat badai pasir. Seorang sumber menggambarkan Camp Buehring mengalami kehancuran dan mempertanyakan mengapa bala bantuan tidak datang. Peristiwa ini terjadi usai AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Pada 8 April, kedua pihak dilaporkan menyepakati gencatan senjata setelah sekitar 40 hari konflik. Ketegangan kembali meningkat pada Juli setelah AS menyerang Iran dan memberlakukan blokade laut. Iran mengklaim membalas dengan menyerang target strategis AS dan menutup Selat Hormuz. Subscribe now for more Bangka Pos videos: https://www.youtube.com/bangkaposoffi... Like Bangka Pos on Facebook:   / bangkapos   Do You Have Instagram, follow us:   / bangkapos_   Editor : Asif Barkhiya