Eks Kapolri Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Oegroseno: Buat Apa Disadap?
KOMPASTV JAWA TIMUR
0:00 / 0:00
Eks Kapolri Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Oegroseno: Buat Apa Disadap?
21 947 просмотров · 4 ч назад
KOMPASTV JAWA TIMUR
1,18 млн подписчиков
21 947 просмотров · 4 ч назад
KOMPAS.TV - Wakapolri 2013-2014 Komjen (Purn) Oegroseno mempertanyakan alasan penyadapan terhadap Presiden, terlebih jika tindakan tersebut dilakukan dalam kapasitas sebagai Kapolri.
Oegroseno juga mempertanyakan kepentingan pribadi maupun manfaat yang diperoleh dari tindakan penyadapan tersebut.
Oegroseno menilai, kasus ini perlu dibuka secara terang agar publik mengetahui alasan dan kepentingan di balik dugaan penyadapan terhadap Presiden.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya pesan atau kepentingan dari pihak lain yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
Menurutnya, penanganan perkara harus dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, Mantan Penasihat Ahli Kapolri Muradi, mengungkapkan, dirinya mendengar proses penjemputan terhadap mantan Kapolri dan sejumlah jenderal lainnya telah berlangsung sejak Minggu dini hari.
Muradi mengaku masih berkomunikasi dengan salah satu jenderal yang terseret kasus tersebut pada Sabtu, bahkan sempat bertemu dan berbincang pada Jumat.
Namun, pada Senin dini hari, telepon seluler jenderal tersebut sudah tidak aktif.
Menurut Muradi, proses penanganan perkara kemungkinan telah berlangsung lebih jauh karena perangkat komunikasi telah diamankan.
Muradi menilai, salah satu persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian adalah loyalitas personal dalam institusi kepolisian.
Menurutnya, dalam pergantian pemerintahan, terdapat empat jabatan strategis yang semestinya segera mengalami pergantian, yakni Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala Intelijen.
Namun, menurut Muradi, pergantian tersebut tidak dilakukan secara bersamaan.
Ia menilai, mantan Kapolri memiliki waktu untuk menyesuaikan loyalitas dari pemerintahan sebelumnya ke pemerintahan yang baru. Namun, persoalan loyalitas personal justru dinilai menjadi penghambat.
#listyosigitprabowo #prabowo #polri
Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.