Serahkan pembalasan kepada Tuhan!
Kencan Dengan Tuhan
0:00 / 0:00
Serahkan pembalasan kepada Tuhan!
471 просмотр · 2 дня назад
Kencan Dengan Tuhan
21,2 тыс. подписчиков
471 просмотр · 2 дня назад
Sabtu, 26 September 2026
Kejadian 27:41
"Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya,
lalu ia berkata kepada dirinya sendiri:
"Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi;
pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."
Di dalam Alkitab kita bisa membaca sebuah kisah menarik tentang dua orang bersaudara, yaitu kisah Yakub dan Esau. Kisah Yakub dan Esau ini sebenarnya menunjukkan keadaan keluarga Ishak yang tidak begitu harmonis. Awal persoalannya adalah pilih kasih, yaitu Ishak lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub. Masalahnya menjadi lebih parah karena Ribka membuat kesalahan yang besar, yaitu membantu Yakub untuk mengambil berkat kesulungan Esau. Namun, sekaligus di sini juga menunjukkan kesalahan Yakub, sebab Yakub mengikuti petunjuk Ribka yang salah. Kita bisa melihat dampak negatif dalam kehidupan keluarga itu karena tindakan ceroboh tersebut.
Dampak bagi Esau. Esau menjadi dendam kepada Yakub. Begitu sakit hatinya Esau sehingga dengan adiknya sendiri dia bisa sangat benci, bahkan lebih dari itu, ada rencana untuk membunuh adiknya.
Dampak bagi Yakub. Yakub harus hidup dalam pelarian. Kej 27:43 menjelaskan tentang perkataan Ribka, di mana Ribka menyuruh Yakub lari kepada Laban, saudara Ribka di Haran. Kata "lari" menunjukkan tindakan yang harus segera dilakukan, tidak boleh ditunda-tunda lagi. Memang tempat tujuan sudah jelas, yaitu Haran, tetapi bukan berarti tempat yang nyaman bagi Yakub, sebab pada kenyataannya Yakub harus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari Laban.
Kita bisa melihat pelajaran penting dalam kisah Yakub dan Esau ini, yaitu: Pertama, kita harus senantiasa bertindak dengan hati-hati. Jangan ceroboh dan asal menerima saja saran orang lain. Sekalipun ada saran dari orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan mungkin dari keluarga kita, namun jika saran tersebut untuk melakukan sesuatu yang tidak benar, kita harus menolaknya.
Ingat, kita tidak boleh kompromi dengan ketidakbenaran. Sebab, hal itu pasti akan berakibat buruk bagi kita dan bagi orang lain yang bersangkut-paut dengan tindakan kita.
Kedua, kita tidak boleh dendam. Betapa sakitnya hati kita atas perlakuan orang lain, kita tetap tidak boleh dendam. Sebab, tanpa kita sadari, dendam akan merugikan diri kita sendiri, sebab dendam akan menghilangkan kebahagiaan kita.
Serahkan pembalasan kepada Tuhan!
Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus,
mampukan aku
untuk
menjaga
tindakanku
sehingga
tidak
menimbulkan
sakit hati
sesamaku
dan
jauhkan aku
dari
dendam
atas
tindakan
orang lain.
Amin. (Dod).