Перейти к содержимому

Bersyukur atas kehadiran-Nya, yang menjadi tambatan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan.

Kencan Dengan Tuhan

0:00 / 0:00

Bersyukur atas kehadiran-Nya, yang menjadi tambatan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan.

436 просмотров · 4 дня назад
Kencan Dengan Tuhan
21,2 тыс. подписчиков
436 просмотров · 4 дня назад
Kamis, 24 September 2026 Ayub 1:11 "Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Ayub adalah seorang tokoh Alkitab yang dikenal akan kesalehannya. Tuhan pun memuji kualitas rohani Ayub. Namun, hal ini bukan hal yang istimewa di mata Iblis, Iblis pun mengajukan argumentasinya atas pujian Tuhan. Hingga akhirnya Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi dalam kehidupan Ayub. Namun kita tahu, pada akhirnya Ayub menjadi pemenang atas tantangan imannya, dengan memberi pernyataan, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." Inilah sesungguhnya nilai dari sebuah kesaksian hidup. Penderitaan hidup sering kali melahirkan sebuah tanda tanya, "Mengapa kesalehan hidup tidak dapat menjamin kenyamanan hidup?" Hidup ini sepertinya tidak adil. Kepedihan hidup akan sangat mudah menghancurkan hidup seseorang yang di luar Tuhan. Namun, bagi orang yang berakar di dalam Tuhan, kepedihan menjadi seperti sebuah kesaksian untuk menjadi teladan bagi orang lain, layaknya seperti sebuah mercusuar yang akan memberi arahan pada kapal-kapal yang berlayar di tengah kegelapan untuk menemukan tempat berlabuh. Karena di dalam getirnya hidup, kita mengajari dunia untuk tetap tersenyum di tengah derai air mata dan melihat sukacita di tengah dukacita. Kita memberi teladan tentang kebahagiaan yang tidak bergantung pada apa yang dialami, tetapi pada sebuah hati yang berpaut pada Tuhan. Bukankah ini menjadi kerinduan hati Tuhan atas kualitas rohani yang kita tunjukkan dan perankan di dalam panggung dunia ini? Marilah kita bersyukur atas kehadiran-Nya, yang menjadi tambatan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan. Seperti sebuah pernyataan berikut, "Kebahagiaan dan sukacita sejati harus kita tambatkan pada sebuah tempat yang tidak akan dapat beralih, yang hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan. Itu tidak bergantung pada apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana kita meresponi apa yang sedang kita alami." Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, biarlah keberadaan-Mu di hidupku menjadi sumber sukacita di tengah penderitaan, sehingga hidupku menjadi kesaksian bagi orang lain. Amin. (Dod).