Ngeri! Siswa SD di Tana Toraja Dipulangkan Saat BAB, Pipa Sekolah Dipatahkan Oknum
Tribun Timur Viral
0:00 / 0:00
Ngeri! Siswa SD di Tana Toraja Dipulangkan Saat BAB, Pipa Sekolah Dipatahkan Oknum
586 просмотров · 7 дней назад
Tribun Timur Viral
69,4 тыс. подписчиков
586 просмотров · 7 дней назад
#tribuntimur #tribunviral #krisisair #sdbittuang #Toraja #bab #bawair #sekolah
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM - BITTUANG - Sebanyak 95 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Bittuang harus membawa air dari rumah ke sekolah.
SDN 8 Bittuang berada di Dusun Riwang, Lembang Bau, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, Sulsel.
Jarak SDN 8 Bittuang ke Makale ibu kota Tana Toraja sekitar 47 Km.
Setiap murid SDN 8 Bittuang nampak memegang jeriken berkapasitas 5 hingga 10 liter air.
Murid perempuan nampak membawa satu jeriken, sementara laki-laki membawa 2 jeriken.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air selama berada di sekolah.
Tak hanyak SD, siswa SMP Negeri 3 Bittuang yang berjarak sekira 150 meter dari SDN 8 Bittuang ikut terdampak.
Kepala SDN 8 Bittuang, Ester Momba Tanggulungan, mengatakan aliran air yang sebelumnya masuk ke sekolah kini terhenti.
Padahal, sekolah pernah mendapat bantuan jaringan pipa dari pemerintah, salah satunya melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Terhentinya aliran air membuat pihak sekolah berupaya mencari solusi dengan membeli pipa bersama SMP Negeri 3 Bittuang.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Kondisi semakin sulit karena sejumlah warga diduga membuat sambungan sendiri pada saluran air yang menuju sekolah.
Hal itu membuat sekolah tidak mendapatkan aliran air meski beberapa sumber mata air yang digunakan belum mengering.
Bahkan, pihak sekolah pernah menemukan pipa saluran air menuju sekolah dalam kondisi rusak.
"Pernah ada kejadian pipa air menuju sekolah dipatah-patahkan oleh oknum yang tidak dikenal. Kami belum tahu apa motifnya," ungkap Ester.
Siswa Bawa Jeriken dari Rumah
Karena tidak memiliki pasokan air yang memadai, murid kini ikut membantu memenuhi kebutuhan air di sekolah.
Setiap siswa diminta membawa air dari rumah menggunakan jeriken.
Jarak rumah siswa menuju sekolah disebut mencapai sekitar dua kilometer.
Sebagian lainnya membawa jeriken kosong untuk diisi dari rumah warga di sekitar sekolah.
Air tersebut kemudian dikumpulkan di tempat penampungan yang tersedia di lingkungan sekolah.
Namun, persediaan yang terbatas membuat persoalan tidak berhenti pada kebutuhan air sehari-hari.
Kebutuhan sanitasi siswa juga ikut terganggu.
Siswa bahkan terpaksa dipulangkan ketika ingin buang air besar dan persediaan air di sekolah habis.
SDN 8 Bittuang saat ini memiliki 95 siswa, delapan tenaga pendidik, dan tiga tenaga kependidikan.
Di lingkungan sekolah terlihat satu penampungan air berwarna oranye dalam kondisi kosong.
Satu toilet sekolah tampak bersih dan masih digunakan siswa untuk buang air kecil maupun buang air besar.
Halaman sekolah juga tampak berdebu akibat kondisi kemarau.
Debu bahkan terlihat memenuhi sejumlah ruang kelas.
Ester berharap pemerintah segera membantu mengatasi persoalan air bersih di sekolah tersebut.
Reporter: Anastasya Saidong Ridwan
Editor Video : Sanovra J. R
Narator : Rasni Gani