Перейти к содержимому

Blusukan ke Kampung Terpencil Handil Bamban, Ada Makam Ulama Besar yang Jarang Diketahui!

Jejak Jelajah Kalimantan

0:00 / 0:00

Blusukan ke Kampung Terpencil Handil Bamban, Ada Makam Ulama Besar yang Jarang Diketahui!

1 174 просмотра · 2 дн. назад
Jejak Jelajah Kalimantan
836 подписчиков
1 174 просмотра · 2 дн. назад
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi Kita Semua. Perjalanan blusukan Mba’e kali ini terasa sangat istimewa dan penuh dengan nilai spiritual serta sejarah. Kami menembus kawasan pedalaman di ujung Kelurahan Mantuil, tepatnya di sekitar kawasan Handil Bamban, Kecamatan Banjarmasin Selatan, untuk menemukan sebuah situs ziarah yang sangat dihormati oleh warga sekitar, yaitu Makam Keramat Datu Jamras. Bagi Anda yang menonton tanpa suara atau ingin mengetahui detail sejarah silsilah beliau secara akurat, berikut adalah ringkasan data penting yang tertulis langsung pada plang makam tersebut: 📌 DATA SILSILAH MAKAM KERAMAT PEDALAMAN: • Nama Beliau: Datu Jamras bin Khalid • Garis Keturunan Atas: 1. HM. Yusuf bin Said Zainal bin 2. Syekh Abdurrahman bin 3. Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan) • Lokasi Makam: Kawasan Handil Bamban, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 📜 SEJARAH & ALASAN MULIA MEMILIH BERMAKAM DI PEDALAMAN: Datu Jamras bukanlah sosok sembarangan. Sebagai zuriat (keturunan) langsung dari ulama besar kaliber internasional, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan), beliau mewarisi darah perjuangan dakwah yang sangat kental. Alih-alih memilih bermakam di pusat kota yang ramai, beliau justru memilih kawasan Handil Bamban ini sebagai tempat persinggahan terakhirnya. Alasan di balik keputusan ini sangatlah mulia bagi perkembangan Islam. Pada masanya, daerah pedalaman hilir sungai merupakan wilayah yang sangat menantang untuk dijangkau oleh syiar Islam. Kehadiran beliau di kawasan ini adalah bentuk komitmen dakwah langsung ke akar rumput (masyarakat bawah), memastikan bahwa cahaya Islam, ilmu fikih, dan tauhid menyentuh masyarakat pedalaman secara merata. Makam beliau di sini menjadi monumen bisu betapa gigihnya para zuriat Datu Kalampayan dalam menyebarkan agama hingga ke pelosok bumi Banua. 🚜 GEOGRAFIS & REALITA MASYARAKAT HANDIL BAMBAN: Tidak hanya berziarah, dalam video ini Mba’e juga mengajak Anda untuk melihat langsung kondisi geografis masyarakat yang tinggal di pedalaman Handil Bamban, Mantuil. Berbeda dengan kawasan bantaran sungai murni, mayoritas mata pencaharian masyarakat di sini adalah sebagai petani dan peladang tangguh. Secara geografis, wilayah pedalaman di sini sudah memiliki akses jalan darat yang memadai untuk aktivitas sehari-hari warga. Namun, karena letaknya yang masih terhubung dengan jaringan anak sungai, sesekali masyarakat di Handil Bamban ini juga masih aktif menggunakan transportasi air tradisional seperti kelotok maupun jukung untuk mengangkut hasil ladang atau bepergian. Perpaduan jalur darat dan air ini menciptakan kearifan lokal yang sangat unik khas pedalaman Banjarmasin. Mari kita ambil hikmah mendalam dari perjuangan dakwah Datu Jamras dan potret kehidupan saudara-saudara petani kita di Handil Bamban Mantuil ini. Tonton videonya sampai habis untuk melihat detail perjalanan lengkapnya! Jangan lupa klik LIKE, COMMENT, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan penjelajahan situs bersejarah dan kearifan lokal berikutnya! TAGAR / HASHTAG SEO YOUTUBE UPDATE #MakamKeramatMantuil #DatuJamrasHandilBamban #ZuriatDatuKalampayan #HandilBambanMantuil #PetaniPedalamanBanjarmasin #SyekhArsyadAlBanjari #SejarahIslamBanjar #MakamWaliKalimantan #BlusukanBanjarmasinSelatan #TransportasiKelotok #JukungBanjar #PeladangKalimantan #WisataReligiBanjarmasin #KubahKeramatBanjarmasin #KisahParaDatuBanjar #SilsilahDatuKalampayan #DuniaSungaiKalimantan #ExploreBanjarmasin #MantuilBaiman #SejarahNusantara