KEUTAMAAN KALIMAH TOYYIBAH
Mohamad Ghufron Al Beij
0:00 / 0:00
KEUTAMAAN KALIMAH TOYYIBAH
3 просмотра · 2 нед. назад
Mohamad Ghufron Al Beij
2 подписчика
3 просмотра · 2 нед. назад
@@@ KEUTAMAAN KALIMAH TOYYIBAH @@@
Dalam salah satu hadits riwayat sahabat Anas disebutkan:
مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَمَدَّهَا هُدِمَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ آلافِ ذَنْبٍ مِنَ الْكَبَائِرِ
Sesungguhnya barang siapa membaca kalimat Tauhid La ilaha Illallah dan memanjangkannya, maka baginya akan dihapus empat ribu macam dosa besar.
Para sahabat kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, lalu bagaimana bila satupun ia tidak memiliki dosa besar ?”
Rasulullah menjawab:
“Maka yang dihapuskan empat ribu macam dosa besar adalah keluarga dan para tetangganya”.
Juga disebutkan dalam Hadits Rasulullah saw lainnya :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang membiasakan baca La ilaha Illallah dan dengan berharap karena Allah semata.
Dalam Kitab Kasyifatus Saja (halaman 14), Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan:
وفضائلها لا تحصى منها قوله صلى الله عليه وسل من قال لا إله إلا الله ثلاث مرات في يومه كانت له كفارة لكل ذنب اصابه في ذلك اليوم
Dan keutamaan-keutamaan kalimat lailahaIllallah itu tidak terhingga seperti halnya sabda Rasulullah saw, siapa yang membaca dzikir lailaha Illallah tiga kali di setiap harinya maka dosa yang dibuatnya setiap hari itu dihapus.
di antara ajaran thoriqoh para ulama ketika membaca panjang kalimat Tauhid, adalah memanjangkan kata “La” sambil kepala berpaling ke sebelah kanan dan hati menghayati artinya yaitu “tidak ada”. Dan ketika melafalkan “Ilaha” sambil kepala bergerak ke bagian tengah dan hati menghayati artinya yaitu “Tuhan yang wajib disembah”. Kemudian ketika melafalkan “Illallah” sambil kepala berpaling kesebalah kiri dan hati menghayati artinya yaitu “melainkan Allah”.
Dan akan makin baik lagi bila kita menyambung kalimat tauhid tersebut dengan kalimat:
مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللهِ
Dibaca dalam hati serta menghayati artinya yaitu Muhammad adalah utusan Allah.
Hal ini untuk membedakan cara membaca kalimat tauhid umat Rasulullah Muhammad saw dengan umat terdahulu. Sebenarnya berdzikir dengan kalimat tauhid ini tidak hanya dianjurkan kepada umat Muhammad saw saja, tetapi juga umat para nabi terdahulu.
Saking besarnya keutamaan dzikir kalimah toyyibah ini, Kanjeng Rosul Bersabda :
« مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِىَ ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ ، إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ » .
”Barangsiapa mengucapkan ’laa il aha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.”
(HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)
Dan masih banyak lagi keistimewaan dan keutamaan dzikir kalimah ini.
"WALLOHU A'LAM "