LARANGAN BERDOA UNTUK PRIBADI IMAM
Mohamad Ghufron Al Beij
0:00 / 0:00
LARANGAN BERDOA UNTUK PRIBADI IMAM
3 просмотра · 4 дн. назад
Mohamad Ghufron Al Beij
2 подписчика
3 просмотра · 4 дн. назад
@@ LARANGAN BERDOA UNTUK PRIBADI IMAM @@
disebutkan pada hadis Nabi ﷺ:
لَا يَؤُمُّ عَبْدٌ قَوْمًا فَيَخُصُّ نَفْسَهُ بِدَعْوَةٍ دُونَهُمْ فَإِنْ فَعَلَ فَقَدْ خَانَهُمْ
“Tidak (boleh) / Janganlah seorang hamba mengimami seorang kaum lalu mengkhususkan untuk dirinya sebuah doa tanpa melibatkan makmum-makmumnya. Jika dia melakukan hal itu, maka sungguh dia imam yang berkhianat.”
(HR. Imam Turmudzi)
tindakan seorang imam yang membaca doa hanya untuk dirinya sendiri (pribadinya) tanpa melibatkan makmum termasuk ke dalam perkara yang makruh (menyalahi keutamaan shalat).
Tindakan ini dimasukkan ke dalam daftar kekeliruan atau perkara yang makruh dilakukan saat shalat jamaah karena dianggap mengkhianati makmum.
2. Kenapa Disebut "Mengkhianati Makmum"?
Tujuan Jamaah: Shalat berjamaah disyariatkan agar imam dan makmum saling berbagi keberkahan dan kebaikan di hadapan Allah. Makmum berada di belakang imam untuk mengaminkan doa.
Bentuk Khianat: Jika makmum bersusah payah mengaminkan doa, namun imam ternyata egois dan hanya meminta keselamatan atau ampunan untuk dirinya sendiri menggunakan kata ganti tunggal (dhamir mufrad), maka esensi kebersamaan tersebut rusak.
3. Cara Mengubah Lafal Doa agar Tidak Makruh
Bagi seorang imam, sangat dianjurkan untuk mengubah kata ganti dari bentuk tunggal (aku) menjadi jamak (kami). Contoh konkretnya saat membaca doa qunut atau doa setelah shalat:
Salah (Makruh): Allahumma ihdinii (Ya Allah, berilah aku petunjuk).
Benar (Sunnah): Allahumma ihdinaa (Ya Allah, berilah kami petunjuk)
"WALLOHU A'LAM"
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻