Mengapa Dari Dulu FILSAFAT Selalu Dicap SESAT Sampai Sekarang? Ilmu Pengetahuan Terlarang?!
Ardhianzy
0:00 / 0:00
Mengapa Dari Dulu FILSAFAT Selalu Dicap SESAT Sampai Sekarang? Ilmu Pengetahuan Terlarang?!
178 981 просмотр · 11 месяцев назад
Ardhianzy
1 млн подписчиков
178 981 просмотр · 11 месяцев назад
Der Wille Zur Macht ▲
TIMESTAMP
00:00 Intro
02:25 Filsafat itu Sesat
17:41 Mitos dan Logos
30:05 Rantai Filsafat
Glossary, Main Literature and Further Reading: https://ardhianzy.notion.site/ardhian...
Partnership/Sponsorship hubungi kami di: businesswithardhianzy@gmail.com
Support kami di sini: https://saweria.co/ardhianzy
Kursus Filsafat di sini: / @ardhianzy
SOCIAL MEDIA
Instagram: / ardhianzy
TikTok: / ardhianzy
Spotify: https://open.spotify.com/show/1ZFhV85...
Discord: / discord
SIAPA ARDHIANZY?
Ardhianzy berada di waktu malam—kegelapan, keheningan, dan kehampaan dunia, dengan kesadaran eksistensial mengajak manusia untuk tidak lari, untuk tidak sekedar hidup, tapi menyalakan dan merefleksikan kehendak eksistensial dengan menggali cara manusia menghadapi dunia—melalui filsafat, sejarah, sastra, psikologi, dan bahkan budaya pop—dibaca sebagai cermin dari satu hal: pergulatan manusia dengan keberadaannya.
Disclaimer: Konten visual seperti gambar dan video yang ditampilkan di dalam video di dalam channel ini mungkin berasal dari berbagai sumber media eksternal. Hak cipta dan kepemilikan konten sepenuhnya dimiliki oleh pemilik sumber asli tersebut. Jika Anda memiliki keberatan atau masalah terkait hak cipta atas materi yang kami tampilkan, silakan menghubungi kami melalui email: [ardhianzy@gmail.com]
Beberapa pembahasan dalam konten yang kami sajikan mungkin tidak cocok untuk semua orang dikarenakan topik yang cukup mendalam dan terkadang sensitif. Disarankan untuk memilih tontonan dengan bijak. Namun, kami tidak memiliki niat atau maksud apa pun untuk menyerang atau merendahkan pihak mana pun. Konten-konten yang kami sajikan murni bertujuan untuk edukasi dan juga sebagai bahan refleksi di malam hari.
CREDIT
Written by Fahmi Ilman Ambiya Muhtadin
Edited by Muhammad Rifaldi Zaelani Fattah