🔴LIVE: Belum Ditemukan, Guntur Korban Kapal Virgo asal Solo Ternyata Akan Menikah Januari 2027
Tribun Solo Official
0:00 / 0:00
🔴LIVE: Belum Ditemukan, Guntur Korban Kapal Virgo asal Solo Ternyata Akan Menikah Januari 2027
7 240 просмотров · Трансляция закончилась 5 часов назад
Tribun Solo Official
400 тыс. подписчиков
7 240 просмотров · Трансляция закончилась 5 часов назад
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah satu korban Kapal Virgo Transport 8 Guntur Aji Pangestu berencana menikah pada Januari 2027 mendatang. Namun kini kakaknya Pandu Priyambodo justru harus menghadapi ketidakpastian setelah kapal tersebut tenggelam pada Minggu (13/9/2026).
“Rencana Januari ini mau nikah,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/9/2026).
Warga Kelurahan Jebres ini berprofesi sebagai sopir ekspedisi. Ia pun dikenal suka bercanda dan selalu mengutamakan keluarga.
“Ya ramah suka bercanda. Ya kalau ada rejeki pastinya buat keluarga,” jelasnya.
Ia menumpang kapal tersebut untuk mengantar truk ekspedisi menuju Banjarmasin. Sebelumnya ia sempat pulang pada Kamis (10/9/2026).
*Itu posisi dia bawa paket shopee dari Surabaya mau ke Banjarmasin. Bawa truk ekspedisi. Hari Kamis berangkat dari Solo. Berangkat Surabaya hari Sabtu,” terangnya.
Korban sempat berkomunikasi dengan ibunya. Saat itu ia mengabari jika sudah sampai Banjarmasin akan mengirimkan uang.
“Komunikasi terakhir sama Ibu. Kalau sampai Banjar mau dikirimin uangnya,” terangnya.
Mulanya ia tak mengira adiknya ikut menumpangi kapal tersebut. Ia baru tahu setelah mendapat kabar dari ibunya.
“Jam 2 infonya terbalik. Saya dapat info tapi nggak tahu kalau adik saya di situ. Saya cari info ternyata ada di situ,” jelasnya.
Salah satu temannya Doni selamat dari tragedi ini. Dari kesaksian temannya tersebut, Guntur berada di kamar saat kapal tenggelam.
“Dari rekan-rekan yang selamat kejadian cepat sekali 20 menit. Teman saya selamat adik saya memang ada di situ. Yang selamat di Banjarmasin namanya Doni. Infonya di kamar. Yang selamat itu di lobi,” tuturnya.
Guntur menggunakan identitas adik kembarannya Guruh Adi Pangestu. Kebetulan Guruh dan dirinya mau berangkat ke Bima.
“Sering telpon-telponan komunikasi. Yang satu kembarannya sama saya mau berangkat ke Bima,” jelasnya.
Ia berharap Guntur segera ditemukan. Dengan begitu ia bisa melihat kembali adiknya tersebut pulang ke rumah.
“Saya dengar kabar biasa saja. Langsung di telpon ibu. Saya nenangin ibu saya. Saya mencari informasi adik saya. Belum ada (Guntur). Semoga cepat ditemukan biar bisa pulang,” terangnya.
(*)