Перейти к содержимому

PERMATA AIR MATA BULAN SABIT

iko palala45

0:00 / 0:00

PERMATA AIR MATA BULAN SABIT

80 просмотров · 8 дн. назад
iko palala45
268 подписчиков
80 просмотров · 8 дн. назад
PERMATA AIR MATA BULAN SABIT Hening malam... Bulan sabit... Ada namamu di dalam sunyi... Di langit malam yang sunyi membiru Bulan tersenyum di balik sendu Menyimpan rahasia di antara bintang Tentang cinta yang tak bisa kugenggam Di pipi malam, air mata jatuh Membawa rindu yang kian berlabuh Berkilau bening laksana permata Menyimpan cinta yang tak sampai di kata Wahai bulan, penjaga malam Mengapa cahayamu terasa kelam? Adakah kau tahu arti kehilangan Mencintai jauh tanpa kepastian? Permata air mata bulan sabit Berkilau indah, hatiku menjerit Di balik cahaya tersimpan luka Di balik senyum ada air mata Permata rindu di ujung malam Namamu hidup di relung terdalam Walau cintaku tak menjadi nyata Kau tetap indah dalam cerita Pernah kugenggam sejuta harapan Kurangkai indah dalam impian Namun waktu datang tanpa permisi Membawa pergi separuh isi hati Kini kupandangi langit perlahan Mencari wajahmu di balik rembulan Bintang menjadi saksi yang membisu Betapa dalam rinduku kepadamu Andai air mata mampu bersuara Kan kuceritakan segala nestapa Tentang cinta yang tumbuh dalam diam Tentang namamu yang menetap begitu dalam Permata air mata bulan sabit Berkilau indah, hatiku menjerit Di balik cahaya tersimpan luka Di balik senyum ada air mata Permata rindu di ujung malam Namamu hidup di relung terdalam Walau cintaku tak menjadi nyata Kau tetap indah dalam cerita Bulan sabit mengajarkanku Tak semua kehilangan akhir waktu Meski cahayanya tak sempurna Masih ada indah di dalam luka Tak semua cinta harus memiliki Tak semua rindu harus kembali Biarkan kenangan tinggal di hati Dan kubiarkan diriku pulih kembali Permata air mata bulan sabit Kini bersinar meski hati sakit Bukan lagi luka yang kupelihara Namun harapan yang tumbuh di dada Permata rindu, dengarlah doaku Semoga bahagia selalu menyertaimu Meski takdir tak menyatukan kita Terima kasih pernah hadir membawa cinta Dan bila malam kembali menyapa Bulan sabit bersinar di angkasa Air mataku tak lagi nestapa Kini menjadi permata... Yang mengajarkanku Mencintai kehidupan... Meski tak semua impian Menjadi kenyataan...