Перейти к содержимому

Belajar dari Tiongkok: Kota Miskin Bisa Maju karena Diberi Kewenangan | DisMorning

DI's Way

0:00 / 0:00

Belajar dari Tiongkok: Kota Miskin Bisa Maju karena Diberi Kewenangan | DisMorning

8 686 просмотров · 1 дн. назад
DI's Way
265 тыс. подписчиков
8 686 просмотров · 1 дн. назад
Dismorning kali ini membahas bagaimana sebuah kota yang dulunya miskin bisa berkembang menjadi kota modern setelah mendapatkan kewenangan untuk membangun dan mengelola daerahnya sendiri. Bersama Dahlan Iskan dan dipandu Heraldha Savira (Sasa), perbincangan mengangkat kisah Zhuhai, salah satu kota di Tiongkok, serta kebijakan berani yang menjadi bagian dari perjalanan kemajuannya. Dahlan Iskan menceritakan bahwa dahulu Zhuhai tertinggal jauh dibandingkan kota-kota di sekitarnya, seperti Shenzhen dan Makau. Menyadari keterbatasan anggaran pemerintah pusat, pemimpin daerah Zhuhai saat itu mengajukan permohonan agar diberi kewenangan mencari dan mengelola pendapatan sendiri. Bahkan, mereka meminta agar pajak yang diperoleh daerah dapat digunakan sepenuhnya untuk membangun Zhuhai. Permohonan tersebut akhirnya disetujui dan menjadi salah satu langkah penting dalam pembangunan kota itu. Dari kisah Zhuhai, Dahlan Iskan membahas bagaimana persaingan antardaerah dapat mendorong kemajuan. Ia juga menyoroti sistem meritokrasi di Tiongkok, ketika kinerja dan prestasi menjadi pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan jabatan seorang pemimpin. Wali kota atau bupati yang dinilai tidak berprestasi dapat dievaluasi, bahkan diganti sebelum masa jabatannya berakhir. Perbincangan kemudian masuk pada proses kaderisasi dan seleksi anggota Partai Komunis Tiongkok. Dahlan menjelaskan bahwa menjadi anggota partai bukan perkara mudah. Calon anggota harus melalui pemeriksaan latar belakang, pendidikan, perilaku, hingga pendidikan partai sebelum dinyatakan diterima. Menurutnya, sistem tersebut menunjukkan bagaimana meritokrasi diterapkan dalam proses pembentukan kepemimpinan di Tiongkok. Tak hanya membahas pembangunan daerah dan sistem politik, Dahlan Iskan juga membandingkan cara pandang mengenai demokrasi dan jabatan publik di Tiongkok dan Indonesia. Salah satu hal yang menarik perhatian Sasa adalah pandangan bahwa DPR merupakan wakil rakyat, bukan sebuah pekerjaan yang semestinya diperlakukan sebagai jalur karier untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Lantas, bagaimana Zhuhai yang dahulu miskin bisa berubah menjadi kota modern? Seberapa penting kewenangan daerah dalam mendorong pembangunan? Dan apa yang bisa dipelajari Indonesia dari sistem evaluasi pemimpin serta meritokrasi di Tiongkok? Saksikan Dismorning, ngobrol berbagai hal bersama Dahlan Iskan. setiap hari live di YouTube Energi Disway pada pukul 05.00 WIB Jangan sampai ketinggalan! #dahlaniskan #disway #dismorning