Перейти к содержимому

Teks Anekdot "Suka Terlambat Masuk Sekolah"

Moh. Ariful Munir

0:00 / 0:00

Teks Anekdot "Suka Terlambat Masuk Sekolah"

57 795 просмотров · 8 л. назад
Moh. Ariful Munir
178 подписчиков
57 795 просмотров · 8 л. назад
Contoh Teks Anekdot. Mohon maaf jika vidoenya terpotong. Karena aplikasi pihak ke-3 membatasi hanya 3 menit. Di bawah ini adalah teks lengkapnya. Sering Terlambat Sekolah Suparman suka banget terlambat kalo masuk sekolah. Tentu saja, Pak Guru yang mengajar pasti sebal. Padahal sudah berkali-kali dinasehati dan diancam akan dikeluarkan dari sekolah bila selalu telat. Tetapi dia pintar dalam memberikan alasan dan pembelaan diri, dia tidak pernah dikeluarkan dari sekolah. “Suparman, kenapa kamu telat masuk sekolah? Kalau kayak gini kamu rugi karena ketinggalan pelajaran. Terus, konsentrasi temanmu juga terganggu dengan kedatanganmu.” Ujar Pak Guru. “Saya keasyikan belajar Pak, Gak terasa sudah kemalaman. Maafin saya Pak, bila terlalu sering belajar”. Jawab Suparman dengan wajah memelas. “Ya sudah, besok jangan lama-lama belajarnya, ingat waktu ya. Sekarang, kamu silahkan duduk”.  “Terima kasih Pak Guru”. Jawab Suparman dengan lega. Ke esokan harinya, Suparman terlambat lagi. “Suparman! Kenapa hari ini kamu telat sekolah lagi?” Tanya Pak Guru dengan nada agak tinggi. “Loh, kata Bapak gak boleh belajar kelamaan. Jadi saya main game sampai kemalaman, Pak”. Jawab Suparman dengan santai. “Astaga Suparmannn, belajar saja gak boleh malah main game. Besok gak boleh main game apalagi sampai kemalaman. Sekarang, kamu Bapak hukum membersihkan halaman sekolah!” “Maaf Pak, bukannya saya gak mau dihukum. Tapi, kalau saya menyapu halaman sekolah, saya ketinggalan pelajaran. Kalau saya tidak pintar, apa Bapak mau bertanggung jawab kepada orang tua dan masa depan saya, Pak?” “Ya Sudah, sana duduk!” jawab Pak Guru dengan kesal. Keesokan harinya, Suparman terlambat Lagi. “Kok kamu terlambat lagi Suparman? Mau jadi apa kamu nanti?” tanya Pak Guru dengan wajah memerah. “Mau jadi superhero Pak, seperti namaku Suparman. Saya akan siap menolong Bapak kalo gak nyampek ngambil barang di atas lemari. Sebab, Bapak pendek sekali. Hehehe” jawab Suparman sambil menggoda. “Jangan bercanda kamu! Bapak serius nanyain kamu. Bapak sudah capek ngomongin kamu berkali-kali tapi kamu tidak berubah. Katakan dengan jujur, kenapa kamu terlambat sekolah hari ini? Kalau sampai kamu bercanda lagi, Bapak akan kirimkan surat peringatan bahwa kamu akan dikeluarkan dari sekolah ke orang tuamu.” ujar Pak Guru dengan marah. “Sebenarnya, selama ini saya terlambat ke sekolah karena saya masih membantu ibu saya berjualan di pasar, Pak. Karena bapak saya sedang sakit dan membutuhkan uang”. Jawab Suparman dengan sedih. “oalah Man Man, kenapa kamu tidak bilang dari awal, jika kamu membantu ibumu di pasar. Ya sudah, untuk kedepannya kamu jika sedang membantu ibumu berjualan, kamu tidak apa-apa datang terlambat. Tapi kamu harus menyalin materi yang tertinggal”. Ujar Pak Guru dengan iba. Akhirnya Suparman pun duduk dan mengikuti pelajaran seperti biasanya. Sejak saat itu, jika suparman datang terlambat, Pak Guru malah menanyakan kabar dagangannya.