Перейти к содержимому

Petugas Lapas Jual Sel Mewah ke Napi Tipikor Rp 60 Juta Per Orang

Tribun Pekanbaru Official

0:00 / 0:00

Petugas Lapas Jual Sel Mewah ke Napi Tipikor Rp 60 Juta Per Orang

6 652 просмотра · 5 месяцев назад
Tribun Pekanbaru Official
638 тыс. подписчиков
6 652 просмотра · 5 месяцев назад
#rino Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Video Editor : Rino Syahril  Praktik dugaan pungutan liar di dalam penjara kembali terbongkar. Kali ini, dua petugas keamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar diduga menjual sel khusus dengan fasilitas mewah kepada tahanan kasus korupsi dengan tarif fantastis mencapai Rp 60 juta per orang. Dua petugas berinisial Erje dan We disebut menawarkan kamar istimewa bernama Kamar D satu kepada tiga tahanan tindak pidana korupsi.  Dugaan tersebut diungkap langsung oleh Kepala Lapas Kelas Dua B Blitar, Iswandi, yang menyebut praktik itu diduga berlangsung dengan sepengetahuan Kepala Keamanan Lapas berinisial ADK. Kamar D satu menjadi incaran karena fasilitasnya jauh berbeda dibanding sel biasa. Jika kamar tahanan lain dipenuhi banyak penghuni, kamar khusus itu hanya diisi sekitar 15 orang sehingga terasa lebih longgar dan nyaman.  Tak hanya itu, penghuni kamar juga mendapat perlakuan istimewa berupa waktu bebas yang lebih panjang sebelum sel dikunci. “Penghuni kamar lain sudah masuk pukul 16.00 WIB, sedangkan kamar ini baru ditutup setelah salat Isya,” ungkap Iswandi. Awalnya, para tahanan ditawari harga 100 juta rupiah untuk bisa menempati sel eksklusif tersebut. Namun setelah negosiasi, angka itu turun menjadi 60 juta rupiah per orang.  Dengan tiga tahanan yang menerima tawaran tersebut, total uang yang diduga mengalir ke oknum petugas mencapai 180 juta rupiah. Modus transaksi dilakukan secara tertutup. Para tahanan disebut tidak berhubungan langsung dengan petugas soal pembayaran.  Seluruh proses justru dilakukan melalui keluarga tahanan agar tidak memicu kecurigaan di dalam lapas. Uang diserahkan melalui transfer bank maupun pembayaran tunai. Terbongkarnya kasus ini bermula dari keberanian para tahanan sendiri. Ketiganya melaporkan dugaan praktik jual beli sel mewah itu tepat pada hari pertama Iswandi menjabat sebagai Kepala Lapas menggantikan pejabat sebelumnya. Saat membuka ruang keluhan bagi warga binaan, Iswandi mengaku mendengar langsung pengakuan para korban.  Dari situlah investigasi internal dimulai hingga akhirnya laporan resmi diteruskan ke Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Timur. Kini, kedua petugas yang diduga terlibat telah dibawa ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.  Sementara Kepala Keamanan Lapas berinisial ADK juga ditarik dari masa pendidikannya di Bandung guna dimintai keterangan. Kasus ini kembali menyoroti dugaan praktik kotor di balik jeruji besi, ketika kenyamanan di penjara diduga bisa dibeli dengan harga puluhan juta rupiah. Sumber Video  TikTok/@agus.blawonk Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube:    / @tribunpekanbaruofficial   Facebook:   / tribunpekanbarufanspage    Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ... TikTok:   / tribunpekanbaru   Instagram:   / @tribunpekanbaru