Перейти к содержимому

Bila Kulihat Bintang Gemerlapan (How Great Thou Art) - KJ 64 / KK 129 | Cover Orchestra

Kidung Pujian

0:00 / 0:00

Bila Kulihat Bintang Gemerlapan (How Great Thou Art) - KJ 64 / KK 129 | Cover Orchestra

4 548 просмотров · 5 мес. назад
Kidung Pujian
19,1 тыс. подписчиков
4 548 просмотров · 5 мес. назад
Selamat datang di Kidung Pujian Channel Melalui video ini, mari sejenak merenungkan kebesaran dan keagungan Tuhan melalui alunan musik instrumental. Ini adalah aransemen orkestra untuk salah satu kidung pujian yang paling disukai di seluruh dunia, "Bila Kulihat Bintang Gemerlapan" (How Great Thou Art), yang terdapat dalam Kidung Jemaat No. 64 dan Kidung Keesaan No. 129. Semoga aransemen orkestra ini dapat membawa damai sejahtera dan mengiringi waktu teduh atau doa Anda. Jangan lupa untuk mengenakan earphone atau headphone untuk pengalaman mendengarkan yang lebih maksimal. 🎧 Kredit Lagu: Judul: Bila Kulihat Bintang Gemerlapan / How Great Thou Art Syair: O store Gud, Carl Gustaf Boberg, 1885/1886 Terjemahan Bahasa Indonesia: E.L. Pohan Shn, 1968 Lagu: Tradisional Swedia Aransemen Cover: Andhang Habsoro 📜 Sejarah & Makna Lagu: Lagu agung ini berawal dari sebuah puisi berjudul "O Store Gud" (Oh Great God) yang ditulis oleh Carl Gustaf Boberg, seorang pendeta dan editor asal Swedia pada tahun 1885. Inspirasi lagu ini lahir dari pengalaman pribadi Boberg ketika ia sedang berjalan pulang dari gereja di Mönsterås. Tiba-tiba, ia terjebak dalam badai petir yang sangat dahsyat. Namun, tak lama kemudian, badai itu mereda, matahari kembali bersinar terang, dan pelangi yang indah muncul melintasi teluk, diiringi sayup-sayup suara lonceng gereja di kejauhan. Terpesona oleh kedahsyatan sekaligus keindahan alam tersebut, Boberg pulang ke rumah dan menulis puisi yang memuji kebesaran Tuhan. Puisi ini kemudian dipadukan dengan melodi rakyat tradisional Swedia. Seiring berjalannya waktu, kidung ini diterjemahkan ke bahasa Jerman, Rusia, lalu ke bahasa Inggris (oleh misionaris Stuart K. Hine), hingga akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh E.L. Pohan Shn pada tahun 1968. Secara makna, kidung ini adalah sebuah perjalanan spiritual. Bait-bait awalnya mengajak kita untuk mengagumi kebesaran Tuhan melalui karya ciptaan-Nya di alam semesta—dari bintang gemerlapan hingga badai yang bergelora. Namun, pujian ini memuncak pada kesadaran yang lebih dalam: kebesaran Tuhan yang paling sejati tidak hanya terlihat pada alam, melainkan pada pengorbanan kasih-Nya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Terima kasih sudah menonton dan mendengarkan. Jika Anda diberkati oleh pujian ini, mohon dukungannya dengan memberikan Like, membagikan video ini (Share), dan Subscribe agar tidak ketinggalan karya aransemen orkestra lainnya. Tinggalkan juga pesan atau kesaksian Anda di kolom komentar! #BilaKulihatBintangGemerlapan #HowGreatThouArt #OrchestralCover #LaguRohani