Перейти к содержимому

GADIS DESA TANAM EDAMAME DENGAN MODAL KECIL HASIL PANEN TEMBUS PULUHAN JUTA

CapCapung

0:00 / 0:00

GADIS DESA TANAM EDAMAME DENGAN MODAL KECIL HASIL PANEN TEMBUS PULUHAN JUTA

55 703 просмотра · 3 дн. назад
CapCapung
2,12 млн подписчиков
55 703 просмотра · 3 дн. назад
Banyak yang bilang, ijazah sarjana itu tiket buat duduk manis di kantor ber-AC kota besar. Tapi petani muda satu ini milih jalur yang beda. Nadia Sofani, lulusan sarjana Agribisnis, justru mutusin pulang kampung ke Temanggung, megang cangkul, dan ngebangun jalan suksesnya sendiri sebagai petani muda modern. Nggak jarang cibiran datang, mulai dari pertanyaan "Cantik-cantik kok di sawah?" sampai pandangan remeh sebelah mata. Tapi buat Nadia, omongan itu jadi bahan bakar buat tetap semangat. Dengan modal sekitar Rp6 juta di lahan 1.000 meter, ia ngebuktiin kalau komoditas seperti edamame bisa disulap jadi bisnis potensial beromset dua digit per bulan. Hebatnya lagi, ia memangkas rantai pasok agar keuntungan 3 - 4 kali lipat lebih besar dan bisa langsung dinikmati tanpa lewat perantara. Edamame (Glycine max) adalah kacang kedelai muda yang dipanen sebelum matang sepenuhnya. Tanaman ini terkenal karena tinggi protein dan kaya serat. Nggak heran kalau edamame dijadikan cemilan sehat kalangan atas. Edamame juga terkenal di Jepang sebagai pendamping makanan sushi. Keunggulan tanaman ini membuat Nadia yakin bahwa bisnisnya bisa untung berkali-kali lipat. Bukan cuma soal memperkaya diri sendiri, Narutala Company yang ia bangun juga jadi penggerak ekonomi warga sekitar dengan merangkul para ibu untuk proses panen. Bahkan, ekosistem bisnisnya dirancang berkelanjutan lewat sistem zero waste, di mana sisa tanaman edamame diubah jadi pakan domba, dan kotorannya kembali menyuburkan tanah. Penasaran kisah selengkapnya? Tonton cerita Nadia Sofani hanya di youtube CapCapung. Endorse, liputan, undangan, dan kolaborasi hubungi ke: WhatsApp : 0823-2468-0717 or email : admcapcapung@gmail.com