KONTRAK F-15 RI ?!! KEMHAN RI BUKA SUARA, FAL BARU N-219 PT DI PRODUKSI NAIK 12 UNIT/TH, POTENSI 600
INDO MAGAZINES (INDOMAGZ)
0:00 / 0:00
KONTRAK F-15 RI ?!! KEMHAN RI BUKA SUARA, FAL BARU N-219 PT DI PRODUKSI NAIK 12 UNIT/TH, POTENSI 600
26 764 просмотра · 7 часов назад
INDO MAGAZINES (INDOMAGZ)
1,04 млн подписчиков
26 764 просмотра · 7 часов назад
KONTRAK F-15 RI ?!! KEMHAN RI BUKA SUARA, APAKAH BENAR RI LANJUT F-15 EX ??
FAL BARU N-219 PT DI , KAPASITAS PRODUKSI NAIK 12 UNIT/TH, POTENSI 600 UNIT
Dua kabar panas dari industri pertahanan dan dirgantara Indonesia kembali mencuri perhatian!
Pertama, nama Indonesia muncul dalam rilis resmi Department of War Amerika Serikat terkait kontrak Boeing untuk program F-15 Eagle Crest. Kontrak dengan ceiling mencapai US$131,23 miliar ini mencakup produksi, integrasi sistem, modernisasi, upgrade, retrofit, sustainment, hingga dukungan pemeliharaan berbagai armada F-15, dengan pekerjaan yang direncanakan berlangsung hingga Agustus 2037.
Indonesia tercantum bersama Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Polandia dalam skema Foreign Military Sales. Namun, apakah itu berarti Indonesia sudah kembali membeli F-15?
Kemhan RI akhirnya buka suara. Brigjen Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan lanjutan mengenai rencana pengadaan F-15 dan belum ada Letter of Offer and Acceptance atau LOA yang diaktifkan. Artinya, kemunculan nama Indonesia dalam rilis tersebut tidak otomatis berarti kontrak pembelian F-15 Indonesia telah berjalan.
Kabar kedua datang dari Bandung. Bertepatan dengan HUT ke-50 PT Dirgantara Indonesia, PTDI meresmikan Final Assembly Line atau FAL khusus N219. Fasilitas baru ini meningkatkan kapasitas produksi N219 dari sekitar 4–6 unit menjadi hingga 12 unit per tahun.
N219 sendiri disiapkan sebagai platform multifungsi untuk penerbangan perintis, angkutan penumpang, cargo, logistik, misi militer, ambulans udara, hingga pengembangan varian firefighting dan amfibi. PTDI juga telah menandatangani kontrak 4 N219 cargo dengan PT Mitra Aviasi Perkasa, sementara lima N219 untuk TNI AD sedang diproduksi.
Yang paling menarik, dalam simposium HUT ke-50 PTDI disebut terdapat potensi kebutuhan sekitar 600-an pesawat sekelas N219 untuk penerbangan perintis, terutama di Papua. Namun angka tersebut merupakan potensi kebutuhan, bukan jumlah pesanan yang sudah dikunci.
Lantas, apakah Indonesia benar-benar akan kembali mengejar F-15? Dan mampukah N219 mengubah potensi kebutuhan ratusan unit menjadi pasar nyata?
Simak pembahasannya sampai selesai!
#F15Indonesia #F15EagleCrest #Boeing #KemhanRI #N219 #PTDI #DirgantaraIndonesia