Перейти к содержимому

Gereja Katolik tidak pernah mencuri kitab yahudi tetapi menerimanya sebagai warisan Rohani bersama.

KEBENARAN MEMERDEKAKANMU

0:00 / 0:00

Gereja Katolik tidak pernah mencuri kitab yahudi tetapi menerimanya sebagai warisan Rohani bersama.

1 650 просмотров · 7 дней назад
KEBENARAN MEMERDEKAKANMU
1,65 тыс. подписчиков
1 650 просмотров · 7 дней назад
Gereja Katolik tidak memandang penggunaan kitab suci Yahudi sebagai tindakan "mencuri", melainkan sebagai bentuk warisan rohani bersama dan kelanjutan sejarah keselamatan. Kekristenan lahir dari akar Yudaisme, dan Yesus serta para rasul pertama adalah orang Yahudi yang hidup menggunakan kitab-kitab tersebut (Hukum Taurat, Kitab Nabi-nabi, dan Mazmur/Tanakh). Pandangan Dasar Gereja Katolik Ikatan Rohani yang Nyata: Melalui dokumen Konsili Vatikan II, yaitu deklarasi Nostra Aetate, Gereja Katolik dengan tegas menyatakan bahwa awal mula iman Kristen sudah berakar pada para Bapa Bangsa, Musa, dan para Nabi. Penerimaan Wahyu: Gereja Katolik menyadari dan bersyukur bahwa mereka menerima wahyu Perjanjian Lama melalui bangsa Yahudi, serta meyakini bahwa Allah memilih bangsa tersebut untuk menerima Sabda-Nya terlebih dahulu. Bukan Pencurian tapi Penggenapan: Apa yang disebut umat Kristen sebagai "Perjanjian Lama" dipahami sebagai janji Allah yang belum tuntas dipahami terpisah dari penggenapannya dalam diri Yesus Kristus di Perjanjian Baru. Poin Utama Hubungan Kitab Suci Warisan Bersama: Kitab-kitab suci Ibrani dihargai oleh Gereja Katolik sebagai bagian integral dari Firman Allah yang diwahyukan. Kanon yang Diakui: Gereja Katolik menggunakan kanon Perjanjian Lama yang mencakup 46 kitab (termasuk kitab-kitab Deuterokanonika) yang bersumber dari tradisi Septuaginta (terjemahan Yunani kuno yang juga dipakai komunitas Yahudi masa lampau sebelum dikonsolidasikan kembali oleh rabi-rabi Yahudi pasca-kenbaiteren).