Перейти к содержимому

Setangguh Baja

Sejahtera Girsang

0:00 / 0:00

Setangguh Baja

31 просмотр · 8 дн. назад
Sejahtera Girsang
130 подписчиков
31 просмотр · 8 дн. назад
Saat malam menenun jubah keheningan, Aku tersedak air mata pahit, dalam kesendirian. Menatap sayap-sayap yang membubung, aku tetap terpaku Di tanah yang terluka. Berbisik pada angin yang menggigil: "Adakah embun bagi jiwa yang lelah ini?" Ataukah langkahku hanyalah bayang-bayang Yang tersesat dalam labirin waktu yang kejam? (Chorus) Jangan biarkan malam membekukan nuranimu, Fajar keemasan merajut cahaya pagi. Tunas baja tumbuh di balik bebatuan, Duri penolakan menuntunmu ke jalan yang benar. Bukalah jiwamu, lihatlah panggungnya, Peluang tak terduga datang menyapa. Biarkan kebahagiaan memulihkan tulang rusuk yang patah, Aku berharga, saat badai ini akhirnya berlalu. (Chorus) Jangan biarkan malam membekukan nuranimu, Fajar keemasan merajut cahaya pagi. Tunas baja tumbuh di balik bebatuan, Duri penolakan menuntunmu ke jalan yang benar. Tak ada jeda panjang di bengkel sang pandai besi, Bakar keraguan, lelehkan rasa sakit menjadi baja. Tersenyumlah pada badai yang mematahkan dahan-dahan, Bersiaplah untuk mahkota yang kelak akan kau kenakan. ‪@AquariusMusikindo‬ ‪@GlobalMusik_ID‬ ‪@NagaswaraOfficial‬ ‪@liputan6_news‬ ‪@KapanLagicomVideo‬