Перейти к содержимому

PEDOMAN KHOTBAH IBAS CAKAP KARO IIWari Minggu Si Semal XIV Thn A 05 Juli 2026

DEVISI Evangelisasi KAM

0:00 / 0:00

PEDOMAN KHOTBAH IBAS CAKAP KARO IIWari Minggu Si Semal XIV Thn A 05 Juli 2026

194 просмотра · 2 месяца назад
DEVISI Evangelisasi KAM
1,47 тыс. подписчиков
194 просмотра · 2 месяца назад
#KhotbahKaro #Karo #Katolik #evangelisasi #Kapusin #SSCC #StDamianLauBaleng #StasiSeiBerasSekataParokiStaMariaRatuRosariTanjungSelamatMedan #SFDMaryHomeBerastagi #SFDMariaRatuDamaiKabanjahe #KomevKAM #Conventual #OMKParokiStYosepDelitua #ParokiStFransiskusAsisiTigaBinaga #StasiStPaulusJuharParokiTigaBinaga #ParokiSantaPerawanMariaKabanjahe #UmatParokiSantaPerawanMariaKabanjahe #ParokiSangPenebusBandarBaru #StasiStLaurentiusBintangMeriah #StasiStTheresiaAvilaBerastepu #StasiStMariaSimpangRanting #StasiStPaulusKandibata #STPStBonaventuraDelituaKAM #@maiasginting6649 #RPAdrianusSembiringOFMCap #PPaulusHalekBereSS.CC #RP EriksendOkripoSitepuOFMConv #@belajarmasmurliturgigereja6922 #@psalmenhatopanmasmurpengaloi Yesus Mesias yang Bersyukur Seorang Skotlandia yang terkenal pelit, ditawari oleh pemandu wisata untuk menyeberang danau Galilea dengan perahu, mengikuti garis lintas Yesus dulu berjalan kaki di atas air. “Bayar berapa?” tanya si turis orang Skotlandia tersebut. “Sepuluh dolar US.” Orang Skotlandia itu menggerutu dalam hati, “Pantas Yesus memilih jalan di atas air. Biayanya terlalu mahal.” Banyak orang pintar yang mampu menerangkan siapa Allah dan siapa Yesus dengan cara yang sangat meyakinkan, apalagi dengan kotbah yang hidup-hidup sehingga orang semua terperangah dan lupa diri. Tapi sungguhkah orang-orang pintar itu mengenal Yesus. Injil hari ini menerangkan kepada kita siapakah Yesus itu. Yesus sungguh mengenal Bapa-Nya yang Dia wartakan kepada orang banyak melalui pelbagai perbuatannya: menyembuhkan orang, mengusir roh jahat, mengajar, mengutus para murid dan sekian banyak mujizat. Semuanya dilakukan Yesus demi kepentingan Bapa yang mengutusNya. Keberhasilan pekerjaan Yesus tergantung pada kesanggupanNya mewartakan kebaikan ilahi. Yesus bersyukur bahwa Bapa menyembunyikan semuanya itu bagi pikiran orang-orang bijak dan orang pandai, tetapi Ia nyatakan kepada orang kecil. Orang bijak dan orang pandai di sini ialah kaum Farisi dan ahli Taurat yang memastikan jalan kesealehan dan keselamatan melalui pelaksanaan 613 ayat Hukum Taurat. Tetapi kepastian ini malah membatasi ruang gerak Allah sendiri. Allah justru bergerak dengan mengutus Yesus sebagai cara penyataan yang tak lumrah. Yesus adalah satu-satunya yang mendapat perkenan untuk menampilkan wajahNya kepada umat manusia. Karena itu Yesus dapat memanggilNya Bapa dan dapat mengajak kita berani ikut memanggilNya demikian. Hanya Putera sajalah yang mengenal Bapa, dan orang-orang yang dipilih Yesus untuk dapat mengenali Bapa. Agar mampu mendapat perkenan Yesus untuk mengenal Bapa, orang pintar dan bijak perlu menjadi orang kecil; harus berani keluar dari ketentuan-ketentuan yang usang. Penyerahan kepada yang ilahi, itulah sikap orang kecil. Mempertahankan pemikiran adalah sikap orang bijak dan orang pandai yang tetap bertahan di dunia ini. Mengandalkan usaha dan kebijaksanaan serta ilmu sendiri untuk mengenali Yesus tidak membawa banyak hasil. Orang seperti ini akan lelah lalu kecewa sehingga kehilangan arah dan hilang semangat. Tapi kabar baik bahwa Yesus tidak meninggalkan orang yang merasa dir tahu segala sesuatu. Yesus mengajak mereka untuk mengenakan kuk yang dipasang Yesus dan belajar padaNya, karena Yesus lemah lembut dan rendah hati. Kuk yang dipasang Yesus itu enak dan beban-Nya pun ringan. Kuk itu ialah berterima kasih kepada Allah. Itulah yang dilakukan Yesus ketika ia bersyukur kepada Bapanya. Orang yang mampu mengucap syukur akan menemukan jalan lapang. Anton yang pendek dan buruk rupa sedang duduk-duduk bersama istrinya, Dewi yang sangat cantik. Anton tak berkedip memandang wajah Dewi yang cantik jelita. Agak tersipu-sipu, Dewi berkata, "Kau ini kenapa sih, kok dari tadi memandangiku saja?" "Kulihat wajahmu," jawab Anton, "setiap hari semakin cantik saja. Maka setiap kali aku melihatmu, semakin bertambah syukurku." "Ya," kata Dewi,"Dan kita berdua nanti akan masuk surga." "Lho, dari mana kau tahu?" "Bukankah orang yang bersyukur dan sabar akan masuk surga. Kau bersyukur karena mendapat anugerah istri seperti aku. Sedang aku bersabar mendapat cobaan berupa suami seperti engkau." Bersyukur adalah pekerjaan utama orang beriman. Yang kita syukuri ialah bahwa Yesus telah mengerjakan pekerjaan BapaNya demi keselamatan kita. Nabi Zakharia dalam Bacaan pertama dengan berani mengatakan bahwa sang Mesias ialah tokoh yang “lemah lembut”, tidak menakutkan dan tidak membuat orang kehilangan kebebasan di hadapannya. Mesias sejati bukan figur hebat dan kuat yang akan menghantam mampus musuh. Mesias yang benar tidak mengancam, tapi membebaskan dan melegakan. Itulah Yesus yang kita rayakan dalam Ekaristi ini. Amin.