Перейти к содержимому

PEDOMAN KHOTBAH IBAS CAKAP KARO II Wari Minggu Prapaskah V Tahun A 22 Maret 2026

DEVISI Evangelisasi KAM

0:00 / 0:00

PEDOMAN KHOTBAH IBAS CAKAP KARO II Wari Minggu Prapaskah V Tahun A 22 Maret 2026

176 просмотров · 6 месяцев назад
DEVISI Evangelisasi KAM
1,47 тыс. подписчиков
176 просмотров · 6 месяцев назад
#KhotbahKaro #Karo #Katolik #evangelisasi #Kapusin #SSCC #StDamianLauBaleng #ParokiStaMariaRatuRosariTanjungSelamatMedan #SFDMaryHomeBerastagi #SFDMariaRatuDamaiKabanjahe #KomevKAM #Conventual #ParokiStYosepDelitua #ParokiStFransiskusAsisiTigaBinaga #ParokiTigaBinaga #ParokiSantaPerawanMariaKabanjahe #ParokiSangPenebusBandarBaru #StasiStPaulusKandibata #STPStBonaventuraDelituaKAM #@maiasginting6649 #RPAdrianusSembiringOFMCap #PPaulusHalekBereSS.CC #RP EriksendOkripoSitepuOFMConv #@belajarmasmurliturgigereja6922 #‪@psalmenhatopanmasmurpengaloi‬ Yesus adalah Kebangkitan dan Hidup Seorang pencuri amatiran, guru dan pengacara mati mendadak. Ketika mereka sampai di gerbang surga, Santo Petrus berkata, "Maaf, surga sedang ramai, jadi Anda perlu menjawab pertanyaan dengan benar, atau Anda tidak bisa masuk." Dia menatap guru dan bertanya: "Apa nama kapal laut terkenal yang tenggelam setelah menabrak gunung es?" "Oh, itu mudah," jawab guru itu, "Titanic." Santo Petrus membiarkannya masuk. Kemudian dia menoleh ke pencuri amatir, "Berapa banyak orang yang tewas di kapal itu?" "Oooh, itu sulit, tapi aku menonton filmnya, jumlahnya 1.500." Santo Petrus mengangguk dan membiarkannya masuk ke surga. Lalu, Santo Petrus menoleh ke pengacara dan berkata: "Sebutkan nama mereka satu persatu." Kerinduan hidup ialah hidup. Tetapi manusia harus mati, akibat dosanya. Kerinduan ini hanya bisa dipenuhi oleh Allah Sang pemberi nafas kehidupan. Kepada nabi Yehezkiel Allah menegaskan bahwa Dia akan membuka kubur-kubur orang beriman dan membangkitkannya. Pekerjaan Allah memenuhi kerinduan hidup terjadi secara sempurna dalam diri Yesus. Yesuslah kebangkitan dan hidup. Hanya di dalam Yesus ada kehidupan. Orang bijak berkata, “Jangan terlalu banyak menggantungkan diri kepada siapapun di dunia ini, karena bahkan bayangan anda sendiripun akan meninggalkan anda bila masuk ke dalam kegelapan.” Gantungkanlah diri anda sepenuhnya kepada Yesus yang telah masuk ke dalam kegelapan dan bangkit kembali membawa kehidupan dan terang. Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Dibutuhkan proses untuk sungguh mengimani dan mengalami Yesus sebagai kebangkitan dan hidup. Proses ini dilukiskan dalam kisah pembangkitan Lazarus. Setelah kabar sampai kepada Yesus bahwa Lazarus, orang yang dikasihi Yesus sakit keras, Yesus sengaja tinggal dua hari lagi di seberang Yordan. Bukan maksudnya untuk menyatakan bahwa Yesus hebat akan membangkitkan orang mati. Yesus menunggu saat yang tepat untuk mengajak murid-murid ke Yudea. Yesus tidak melakukan apapun dari dirinya sendiri. Dia selalu bertindak sesuai dengan saat Yang Ilahi sendiri agar menjadi tanda kehadiranNya di dunia ini. Tujuan utama perjalanannya “ke Yudea”, bukan pertama-tama untuk mendatangi Lazarus yang akrab dengannya sekalipun. Dia ke Yudea untuk menyongsong hari-hari ia ditolak, ditangkap, disalibkan, tapi dibangkitkan oleh Bapanya. Lazarus dibangkitkan dalam rangka pemenuhan pekerjaan Allah. Pekerjaan Allah tidak bisa digagalkan oleh tubuh Lazarus yang sudah busuk. Lazarus adalah orang yang dikasihi, artinya, orang yang telah berjanji mau pasrah kepadanya dan menerima janji akan dilindungi. Orang seperti itu tetap mendengarkan dia yang bersabda, tidak akan terhalang apapun, juga tidak oleh kematian. Kematian tidak menutup pendengarannya bagi sabda ilahi. Kepada Marta, Yesus menegaskan bahwa Dialah “Mesias, Anak Allah. Yesus adalah orang yang diberi kuasa ilahi dan amat dekat dengan Allah sendiri, dan akan selalu hadir di antara manusia dengan segala suka dukanya. Marta percaya akan Yesus kebangkitan dan hidup. Maria yang bertemu Yesus langsung bersujud di depan kakinya. Tindakan bersujud menjadi pengakuan Maria bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup yang datang di tengah-tengah manusia di dunia ini. Lazarus pun mengungkapkan kepercayaan kepada Yesus dengan caranya sendiri: ia berjalan keluar dari kubur, menembus tabir maut, mendekat kepada dia yang memanggilnya. Dia kembali berada di tengah-tengah orang hidup. Yesus bukan tukang sulap atau tukang mujizat yang kebal terhadap kemanusiaan. Dia adalah manusia yang memiliki perasaan. Waktu itu ia betul-betul merasa tak berdaya menolong orang-orang yang mempercayainya. Karena itu ia pilu, geram, juga galau. Yesus pun menangis. Memang Yesus merasa tidak dapat berbuat banyak. Dengan perasaan campur aduk ia cuma mau mendekat melihat sahabat yang sudah mendahului itu. Di depan kubur orang yang telah menaruh kepercayaan kepadanya, Ia mengandalkan Bapa. Dia mengucap doa syukur kepada Bapanya bahwa ada orang masih mau percaya bahwa ia sungguh utusanNya. Kemudian ia berseru keras-keras memanggil keluar Lazarus (artinya “Allah menolong”). Seruan itu memiliki dua arah: pertama, seruan kepada Lazarus agar keluar dari tempat orang mati dan kedua, seruan kepada Allah sendiri yang menolong itu. Diseru oleh orang yang diberiNya sendiri kuasa, maka Allah tidak tinggal diam. Banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu menjadi percaya. Apakah anda sungguh percaya? Amin.