Перейти к содержимому

1 Raja-raja 17:7-24, Iman Dilatih Melalui Pengosongan | eSH 03 Nov '26

Sahabat Santapan Harian

0:00 / 0:00

1 Raja-raja 17:7-24, Iman Dilatih Melalui Pengosongan | eSH 03 Nov '26

16 просмотров · 6 ч назад
Sahabat Santapan Harian
211 подписчиков
16 просмотров · 6 ч назад
◾Artikel Renungan : https://sabda.org/publikasi/e-sh/2026... 📞 0811 9910 377 ◾Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks. ◾Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab Selasa, 3 November 2026 (Minggu ke-23 sesudah Pentakosta) ◾1 Raja-raja 17:7-24 ◾Iman Dilatih Melalui Pengosongan Apa yang terjadi ketika sumber pencaharian tertutup, atau kematian menjemput orang terkasih? Pikiran manusia akan terguncang sebab penjelasan tidak selalu tersedia dan logika tidak berdaya. Padahal, saat itulah iman sedang dilatih. Mengeringnya Wadi Kerit mengancam kehidupan Elia (7). Namun, TUHAN tidak memberi penjelasan, melainkan perintah baru kepadanya: Pergilah ke Sarfat. Meski di setiap kota ada orang-orang yang cukup kaya, TUHAN justru memilih seorang janda miskin untuk memberinya makan (8-9). Rasanya tidak logis. Namun, hal itu dimaksudkan untuk membawa iman Elia ke level yang baru. Janda di Sarfat mengalami pelatihan iman yang serupa. Ia, yang telah lama mengalami pengosongan akibat kekeringan, dilatih untuk mengimani perkataan nabi TUHAN (10-14). Maka, tepung dan minyaknya tak pernah habis. Hidupnya terpelihara selama musim kelaparan. Ia kembali dikosongkan dan imannya dilatih ketika anaknya jatuh sakit dan mati. Elia berdoa dan TUHAN menghidupkan kembali anak itu (20-23). Janda itu beriman sepenuhnya kepada TUHAN. Iman yang lahir dari kekosongan selalu lebih kokoh daripada iman yang dibangun di atas kecukupan dan kenyamanan. Allah membentuk iman tidak hanya lewat pemenuhan kebutuhan. Ia terlebih lagi melatihnya melalui guncangan karena kehilangan. Melalui momen pengosongan itu, iman dimurnikan dan pengenalan akan Allah diperdalam. Firman hari ini memberi amanat supaya kita tidak lagi menganggap pengosongan sebagai hambatan, melainkan kesempatan untuk menebalkan iman kita kepada Tuhan yang harus kita respons dengan tindakan ketaatan. Belajarlah memakai kesempatan itu untuk menjadi saluran pemeliharaan Tuhan. Kita mengaku, iman kadang goyah ketika sumber jasmani mengering atau orang terkasih meninggalkan kita. Namun, mulai sekarang kita akan berdoa agar Tuhan meneguhkan kita untuk tetap memercayai firman-Nya, bahwa dalam kuasa-Nya Ia membawa kita ke dalam kelimpahan dan kehidupan. [PHM]