BAB 9 SALES PROMOTION DAN PUBLIC RELATION
DKV UHW Perbanas
0:00 / 0:00
BAB 9 SALES PROMOTION DAN PUBLIC RELATION
2 просмотра · 2 недели назад
DKV UHW Perbanas
85 подписчиков
2 просмотра · 2 недели назад
9.1 Sales Promotion
Promosi penjualan (sales promotion) adalah insentif jangka pendek yang dirancang untuk meningkatkan keinginan target konsumen membeli suatu produk dengan segera. Tujuan sales promotion meliputi: meningkatkan volume penjualan, mendorong pembelian coba-coba dan pembelian ulang, meningkatkan loyalitas, memperluas kegunaan produk, menciptakan ketertarikan dan kesadaran (awareness), mengalihkan perhatian dari harga, mendapatkan dukungan dari perantara, serta melakukan diferensiasi pengguna.
Promosi penjualan memberikan tiga manfaat utama: komunikasi (menarik perhatian dan memberi informasi produk), insentif (memberi nilai tambah bagi konsumen), dan ajakan (mendorong transaksi pembelian segera). Instrumen yang lazim digunakan mencakup hadiah, paket harga, peragaan, pameran, demonstrasi, dan contoh produk (sampel).
9.2 Public Relation and Publicity
Hubungan masyarakat (public relations/PR) mencakup berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan dan produknya. PR merupakan perpaduan seni dan ilmu manajemen, komunikasi, psikologi, sosial, dan pemasaran untuk membuat organisasi, gagasan, dan produknya disukai serta dipercaya publik.
Ruang lingkup public relations mencakup humas pemerintah, humas organisasi bisnis, dan humas internasional. Fungsi PR menurut Center dan Canfield meliputi: mendukung pencapaian tujuan organisasi, membina hubungan harmonis dengan publik, mengidentifikasi opini dan tanggapan masyarakat, melayani kepentingan publik sekaligus memberi masukan kepada manajemen, serta menciptakan komunikasi dua arah timbal balik demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.
Dibandingkan iklan, PR yang dikelola secara kreatif dapat memengaruhi kesadaran publik (awareness) dengan biaya yang jauh lebih rendah, karena pesan yang disampaikan melalui pihak ketiga (media, tokoh publik) umumnya dianggap lebih kredibel oleh khalayak.