PEDOMAN KHOTBAH IBAS CAKAP KARO II Hari Minggu Paska VII Tahun A 17 Mei 2026
DEVISI Evangelisasi KAM
0:00 / 0:00
PEDOMAN KHOTBAH IBAS CAKAP KARO II Hari Minggu Paska VII Tahun A 17 Mei 2026
210 просмотров · 4 месяца назад
DEVISI Evangelisasi KAM
1,47 тыс. подписчиков
210 просмотров · 4 месяца назад
#KhotbahKaro #Karo #Katolik #evangelisasi #Kapusin #SSCC #StDamianLauBaleng #StasiSeiBerasSekataParokiStaMariaRatuRosariTanjungSelamatMedan #SFDMaryHomeBerastagi #SFDMariaRatuDamaiKabanjahe #KomevKAM #Conventual #OMKParokiStYosepDelitua #ParokiStFransiskusAsisiTigaBinaga #StasiStPaulusJuharParokiTigaBinaga #ParokiSantaPerawanMariaKabanjahe #UmatParokiSantaPerawanMariaKabanjahe #ParokiSangPenebusBandarBaru #StasiStLaurentiusBintangMeriah #StasiStTheresiaAvilaBerastepu #StasiStMariaSimpangRanting #StasiStPaulusKandibata #STPStBonaventuraDelituaKAM #@maiasginting6649 #RPAdrianusSembiringOFMCap #PPaulusHalekBereSS.CC #RP EriksendOkripoSitepuOFMConv #@belajarmasmurliturgigereja6922 #@psalmenhatopanmasmurpengaloi
Permuliakanlah AnakMu
Rokman salah satu pemuda penuh kejutan di desanya. Ia pintar dan peka terhadap problem-problem masyarakat di sekitarnya. Karena selalu penuh dengan kejutan dan pintar, kadang Rokman dianggap tak waras tapi memiliki keistimewaan. Suatu ketika, Rokman lewat di tengah pekuburan umum yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tiba-tiba ia menghubungi polisi: “Pak, saya mau melaporkan bahwa di tempat saya berdiri sekarang ada ratusan orang meninggal dunia.” Polisi: “Lokasimu di mana?” Rokman: “Di kuburan, Pak.” Beberapa polisi lalu menuju lokasi kuburan untuk mencari si Rokman yang sudah berani mengelabui kepolisian. Dan benar, di tengah kuburan ada beberapa pemuda yang sedang asik berjudi dan mabuk-mabukan.
Kisah ini merupakan sebuah laporan bermakna. Injil pada hari Minggu ini berisi doa Yesus pada akhir perjamuan malam terakhir. Setelah itu Dia ditangkap. Doa ini merupakan sebuah laporan dari pihak Yesus kepada Allah Bapa tentang pekerjaannya yang sudah selesai dilaksanakan. Doa penyerahan diri Yesus sepenuhnya kepada kehendak Bapa ini adalah komunikasi yang lahir dari keakraban Yesus dengan Bapa. Dengan mendengar isi doa Yesus, para murid ikut merasakan betapa dekatnya Yesus dengan Bapanya. Yesus mengajarkan keintiman ini bukan dengan serangkai penjelasan melainkan dengan doa dan mengikutsertakan mereka dalam pengalamanNya sendiri. Doa adalah komunikasi yang paling intim dengan Allah. Oleh kerana itu Paus menetepkan hari Minggu ini sebagi hari Komunikasi sedunia. Hal penting yang dinyatakan dalam doa ini ialah permohonan Yesus, “Bapa, Permuliakanlah AnakMu, supaya AnakMu mempermuliakan Engkau.” Apa artinya permohonan Yesus agar “Bapa membiarkan Putra menunjukkan kebesaran dirinya” sehingga nanti Putra dapat “menunjukkan kemuliaan Bapa”. Yesus memohon agar Bapanya tetap mendampinginya pada hari-hari terakhirnya. Ia mohon agar tidak dibiarkan sendirian ketika diperlakukan dengan buruk, dipersalahkan, dan bahkan sampai dihukum mati. Perhatian Bapa di dalam penderitaan yang mesti dilalui sampai akhir itulah yang diminta Yesus ketika ia berdoa agar Bapa memuliakan Putra. Yesus tidak memohon agar Bapa menyingkirkan penderitaan dari dirinya. Yesus memohon kepada Bapa agar dibiarkan menjalani semua itu sampai tuntas, sampai “sudah terlaksana” di kayu salib. Yesus memohon kepada Bapa supaya Bapa “memuliakan” Putra, membiarkan Putra memperlihatkan kebesaran dirinya dalam penderitaan di salib. Ini semua perlu terjadi agar dunia tertebus dari kekuatan-kekuatan jahat.
Kemuliaan Yesus berbeda dari apa yang dicari oleh dunia ini. Di dalam kereta api sepasang kekasih sedang duduk bersama. Dalam perjalan tersebut si cewek merasa sakit dan berkata, “Aw, tanganku sakit.” Cowok mencium tangannya, dan rasa sakitnya hilang. Cewek: “Aww, kepala aku sakit.”Cowok mencium kening pacarnya, dan langsung sembuh. Melihat hal tersebut seorang kakek bertanya kepada si cowok: “Nak, kamu bisa nyembuhin wasir juga?”
Bacaan pertama, Kis 1:12-14 melukiskan para rasul kembali ke kehidupan sehari-hari di Yerusalem setelah menyaksikan kenaikan Yesus. Ada bersama dengan mereka juga beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus. Bagaimanakah kehidupan mereka? Meskipun telah menyaksikan Yesus terangkat mulia, mereka sungguh sadar masih berada di sini, di dunia yang telah menolak Yesus. Para rasul juga juga merasakan penolakan itu. Mereka berkumpul tentu dengan rasa waswas bagaimana nanti bila terus menerus dimusuhi, bahkan bisa jadi dihabisi oleh pihak-pihak yang mau menumpas kelompok Yesus ini. Di dunia seperti ini mereka menantikan dipenuhinya janji Bapa akan datangnya Roh Kudus bagi mereka. Para rasul diminta agar tidak lari dari suasana hidup seperti ini. Kelompok para rasul dan para perempuan ini mewujudkan komunitas orang-orang yang berada dalam wahana yang menerima Yesus yang bangkit. Mereka akan dikuatkan oleh Roh Kudus untuk tidak mundur dari lingkungan yang tidak selalu menerima dan bahkan memusuhinya. Yesus meminta kita menjadi saksi di tengah penolakan ini dengan tekun berdoa merasakan kesatuan kita dengan Yesus. Amin.