Penyadapan Prabowo Diduga demi Pantau Gerak Politik, Islah Bahrawi: Polri Diseret Jatuh Jokowi
Tribunnews
0:00 / 0:00
Penyadapan Prabowo Diduga demi Pantau Gerak Politik, Islah Bahrawi: Polri Diseret Jatuh Jokowi
43 021 просмотр · 5 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
43 021 просмотр · 5 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Aktivis Islah Bahrawi menduga kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto tidak semata-mata berkaitan dengan pengumpulan informasi.
Ia menilai, ada kemungkinan tindakan tersebut memiliki tujuan politik tertentu.
Diketahui, eks Jenderal Kapolri, Listyo Sigit Prabowo dan dua perwira tinggi Polri lainnya ditetapkan tersangka dalam kasus ini.
Islah menduga, aksi penyadapan tersebut berkaitan dengan kepentingan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dilansir dari Tribunnews.com pada Rabu (4/11), Islah menilai informasi yang diperoleh dari penyadapan terhadap Prabowo berpotensi digunakan untuk membaca arah kebijakan.
Selain itu, untuk memetakan kekuatan politik di lingkungan pemerintahan.
Ia kemudian menghubungkan dugaan tersebut dengan isu politik mengenai kemungkinan Prabowo hanya menjabat sebagai Presiden selama dua tahun, sebelum posisinya digantikan oleh Gibran.
Melalui cuitannya di X pada Selasa (3/11), Islah bahkan menuding Jokowi telah menyeret institusi Polri ke dalam persoalan tersebut.
"Benar kan? Bahkan lembaga sebesar POLRI pun telah ditipu dan diseret jatuh oleh Jokowi. Belum lagi menipu Kemendikbud, KPU, dan Bawaslu, jelas Islah.
Lebih lanjut, Islah menyoroti hubungan lama Listyo Sigit dengan Jokowi.
Ia menyebut, keduanya mulai memiliki hubungan profesional ketika Listyo menjabat Kapolres Solo pada 2011.
"LSP ini sangat berat dukungannya terhadap Jokowi, dan jadi Kapolri terlama di zaman Pak Jokowi. Ini yang kemudian membuat orientasi politik ini berat sebelah, kenapa yang disadap adalah Prabowo," ujar dia.
Yakni, saat itu Jokowi masih menjadi Wali Kota.
Listyo kemudian dipercaya menjadi ajudan Presiden Jokowi pada 2014, sebelum akhirnya dilantik sebagai Kapolri pada Januari 2021.
Menurut Islah, kedekatan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dicermati untuk mendalami kemungkinan adanya kepentingan politik di balik dugaan penyadapan.
Ia juga menduga sistem LIMS yang digunakan dalam aksi tersebut memungkinkan pelaku memantau aktivitas Prabowo secara terperinci.
Mulai dari keberadaan Presiden, siapa saja yang ditemui, hingga dengan siapa Prabowo melakukan komunikasi.
Informasi tersebut, menurut Islah, berpotensi digunakan untuk membaca langkah dan strategi politik Prabowo ke depan.
Atas hal itu, Islah meminta dugaan penyadapan ini diusut secara menyeluruh.
Termasuk mengungkap motif dan pihak-pihak yang berada di baliknya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Jadi Korban Penyadapan Listyo Sigit dkk, Islah Bahrawi: Buat Bahan Pergerakan Politik Jokowi, https://www.tribunnews.com/nasional/7....
Program: Tribunnews Update
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Winda Rahmawati